Kunci Mulut dari Camilan

13 Oktober 2010 Artikel Kesehatan


Sukseskan program penurunan berat badan dengan menghentikan kebiasaan mengemil sekarang juga! Jangan biarkan rasa lapar mensabotase mulut kita untuk terus mengunyah, tepis dengan trik-trik berikut ini.

Hindari segala pemicu.

"Keinginan mengemil datang karena kita ingin makan, jadi dengan mengganti apa yang kita makan dapat mengubah kebiasaan ngemil lama kita dengan yang baru," ujar Marcia Pelchat, PhD dari Monell Center.

Dan ini bisa terwujud dalam waktu singkat. Hanya dalam lima hari, sukarelawan dalam studi yang dilakukan Marcia akhirnya beralih ke minuman suplemen untuk diet. Dan dalam kurun waktu yang sama, para sukarelawan juga mengurangi intensitas mengemil mereka terhadap makanan-makanan pemicu. Bahkan pada akhir studi, relawan mejadi lebih memilih minuman suplemen.

Memang mungkin awalnya akan terasa sangat berat, dan tidak jarang akan membuat kita putus asa. Tapi semakin lama kita menghidari makanan-makanan pemicu agar semakin jarang juga kita akan menginginkannya. Maka gantilah dengan asupan sehat, seperti buah-buahan.

Hancurkan godaan.
Apabila kita sudah mulai merasa menyerah, dan memutuskan untuk mengemil lalu mulai diikuti perasaan bersalah setelah memakannya. Hancurkan. Jangan hanya menjauhkan makanannya saja, buang atau hancurkan. Karena itu akan memberikan kita sebuah bentuk keberhasilan, jelas Caroline Apovian, MD, direktur Nutrition and Weight Management Center di Boston Medical Center.

Jangan pikirkan uang yang kita buang. Jika tidak ke tempat sampah, semua makanan jahat tersebut akan masuk langsung ke lingkar pinggang, perut, atau paha kita.

Bersahabat dengan kacang.
Minumlah dua gelas air putih dan makan 28 gram kacang (6 kacang kenari, 12 almon atau 20 kacang tanah) ketika hasrat mengemil itu datang. Dalam jangka waktu 20 menit, trik ini akan menghilangkan rasa lapar dengan mengubah zat-zat kimia yang ada di dalam tubuh kita, jelas Michael F.Roizen, MD.

Saatnya untuk menyeruput kopi.

Lebih baik meneguk secangkir kopi latte, dibandingkan mengambil permen cokelat. Kandungan kafein pada kopi memang tidak langsung melenyapkan rasa ingin mengemil, namun kopi bisa menyimpan cadangan kalori dengan memuaskan selera makan kita.

Biar semuanya mengalir seperti air.
Stres merupakan pemicu mengemil paling besar. Jadi, dengan mempelajari cara menanggulangi stres akan mampu membantu kita membuang 100 kalori setiap harinya. Dan trik ini butuh latihan.

Kita bisa mencobanya dengan melakukan pernapasan yang dalam atau menenangkan diri dengan membayangkan sebuah pemandangan yang menenangkann atau mendengarkan musik.

Tidur yang cukup.
Rasa ingin ngemil biasa juga muncul ketika tubuh merasa lelah. Apabila rasa letih itu datang, cobalah untuk tutup pintu kamar, tutup kedua mata, dan biarkan tubuh mengisi kembali ` baterai' nya.

Datangkan kesegaran mint.

Menyikat gigi dan berkumur dengan obat kumur adalah salah satu trik mudah dan jitu untuk menahan kebiasaan mengemil. Ketika memiliki mulut yang bersih dan harum, maka biasanya kita akan malas untuk mengotorinya kembali, tutur Molly Gee, RD dari Baylor College of Medicine di Houston.

Alihkan diri.
Tiba-tiba ingin makan es krim? Itu tanda-tanda ingin ngemil, bukan lapar. Biasanya rasa `ingin' itu hanya bertahan kira-kira 10 menit, ujar John Foreyt, PhD dari Baylor College of Medicine. Sadari itu dan alihkan pikiran kita dengan menelopon seseorang, mendengarkan musik, meditasi atau berolahraga.

Sukseskan program penurunan berat badan, dengan belajar untuk tidak memanjakan mulut kita. Tepis semua rasa `ingin' dengan menggunakan trik yang tepat.

Sumber: tribunnews.com