Kulit Cantik Berkat Diet Alami

11 September 2009 Artikel Kesehatan


Konsumsi makanan yang bersifat alkali

Secara umum, jaringan tubuh dan darah manusia bersifat alkali. Karena itu, Anda sebaiknya mengonsumsi makanan dan minuman yang mempunyai efek alkali terhadap tubuh dan menghindari makanan yang justru membentuk asam. Apakah semua tubuh bersifat alkali? Beberapa bagian tubuh, seperti lambung, bersifat asam saat menghasilkan asam-asam untuk pencernaan.

Bagimana cara mengetahui tingkat keasaman tubuh? Anda bisa melakukan tes darah ke dokter atau melakukan tes air liur atau urine dengan menggunakan strip pengukur pH. Strip ini terbuat dari kertas lakmus yang akan berubah warna saat bersentuhan dengan substansi yang bersifat asam atau alkali. Saat pH tubuh seimbang, maka akan terbaca pada rentang antara 7.0 dan 7.5.

Makanan apa saja yang memproduksi asam? Makanan penghasil asam terburuk adalah cuka (kecuali cuka sari apel), minuman beralkohol, margarin, daging babi dan sapi, salmon dan mackerel. Selain itu, makanan seperti kopi, teh hitam, yellow cheese, mustard, kacang panjang/buncis, sebagian besar kacang-kacangan, tepung beras dan produk terigu serta produk-produk yang tinggi gula juga bersifat asam.

Akan tetapi, Anda tidak perlu menghindari makanan ini sepenuhnya. Anda bisa mengonsumsi dalam jumlah sedang, batasi tidak lebih dari 3 takar sehari. Dua takar setara dengan 2 gelas alkohol atau secangkir kopi, atau setara juga dengan ukuran salmon dan sarden yang biasa dikonsumsi untuk sekali makan.

Makanan apa yang bersifat alkali? Pilihlah minuman yang banyak mengandung klorofil. Anda juga bisa menggunakan klorofil cair yang tersedia di apotik untuk menambah asupan sayuran. Cara ini bisa membantu menetralkan asam di dalam tubuh sehingga darah tidak mengalami pengentalan.

Selain itu, Anda juga bisa menambah konsumsi makanan yang bersifat alkali lainnya seperti bayam, lada, brokoli, wortel, ketimun, kubis, ubi jalar, alpukat, asparagus, bawang putih, bawang merah, lobak, tomat mentah serta lemon dan jeruk limau (meskipun kedua jenis jeruk ini asam, tetapi bersifat alkali di dalam darah). Cara lain untuk menyeimbangkan makanan yang bersifat alkali adalah dengan membatasi asupan kafein, usahakan paling tidak 4 hari bebas alkohol dalam seminggu, hindari rokok, dan minum 8-10 gelas air sehari. Di samping itu, bisa ditambah dengan mengonsumsi suplemen probiotik yang ramah bagi flora usus.

Perbanyak asupan makanan yang bersifat melembabkan

Beberapa jenis lemak bersifat melembabkan kulit. Lemak yang baik termasuk GLA (yang terdapat dalam Evening Primrose Oil), EPA, DHA dan omega-3 (semuanya bisa ditemukan pada oily fish dan biji rami).

Omega-3 khususnya sangat bagus untuk kulit. Anda bisa mendapatkannya dari sarden, ikan air tawar, dan ikan haring. Meskipun salmon dan mackerel bersifat asam, tetapi juga kaya akan omega-3. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan lemak baik ini dari biji rami, kenari dan sayuran hijau.

Cobalah mengonsumsi suplemen omega-3 jika Anda mengalami berbagai masalah seperti kulit kering, psoriasis, rosacea, ketombe atau penuaan dini. Jika Anda vegetarian bisa menggunakan minyak rami sebagai pengganti. Selain itu, pastikan mengonsumsi ikan 2-3 kali seminggu.

Ada baiknya juga menghindari lemak-lemak jenuh yang terdapat pada produk susu, daging serta makanan yang digoreng. Makanan ini bisa menyebabkan peradangan, kulit kering dan penuaan dini. Selain itu, lemak jahat ini juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, asma, eksem dan jerawat. Karena itu, pastikan membatasi asupan lemak ini dan menambah makanan yang membantu melindungi efek buruknya seperti bawang merah, jahe, kunyit, anggur merah, vitamin E dan selenium. (OL-08)

sumber: www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/