Kondisi Gigi Geligi yang Buruk Dapat Berakibat Buruk Terhadap Tubuh Anda

19 Maret 2016 Artikel Kesehatan   |    drg. Mia Gracia


Apa yang terjadi di dalam rongga mulut dapat mempengaruhi tubuh fisik Anda, dan apa yang terjadi di tubuh fisik Anda juga dapat berpengaruh pada mulut Anda.

Banyak penelitian epidemiologis akhir-akhir ini telah menunjukkan bahwa kondisi infeksi dalam mulut dapat menjadi salah satu faktor penyebab penyakit sistemik. Itu sebabnya mengapa pentingnya kondisi rongga mulut yang sehat memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup sehat seseorang.

Kata ‘sehat’ tidak hanya berarti bebas penyakit loh. WHO secara jelas menetapkan definisi kata ‘sehat’ (health) sebagai suatu kondisi fisik, mental dan sosial yang utuh dan sejahtera (a state of complete physical, mental, and social wellbeing). Maka, gigi geligi Anda tidak hanya penting saat aktivitas mengunyah dan mencerna makanan saja, namun juga penting saat kita melakukan aktivitas bicara, tercermin pada penampilan seseorang, bagaimana kita bersosialisasi dengan sekitar, serta memberi pengaruh besar pada penerimaan diri sendiri dan kepercayaan diri seseorang.

Kondisi gigi geligi yang buruk memiliki hubungan terhadap sejumlah kondisi / penyakit di bawah ini:

1. Halitosis (bau mulut yang sangat mengganggu)

Cara menyikat gigi dan penggunaan benang gigi yang kurang baik akan menyisakan plak (sisa makanan) di dalam rongga mulut Anda. Plak tersebut dapat menjadi tempat yang sangat baik bagi perkembangbiakan bakteri di dalam rongga mulut dan melepas gas hydrogen sulfide (sama dengan yang ada pada telur busuk) yang berbau busuk.

Plak, jika dibiarkan, akan menyebabkan kerusakan gigi, gusi, dan tulang rahang penyangga gigi. Seseorang dengan kondisi halitosis sebaiknya memeriksakan kondisi rongga mulutnya untuk mencari penyebab dari halitosis, apakah hanya plak, atau dari kondisi karies gigi atau jaringan penyangga gigi lainnya.

2. Penyakit periodontal (jaringan penyangga gigi) dan organ pencernaan lainnya

Meningkatnya populasi bakteri yang terdapat pada plak di dalam rongga mulut dapat merusak kondisi gusi dan tulang penyangga gigi sehingga gigi-gigi mulai kehilangan penyangganya dan mulai goyang. Jika kondisi ini berlanjut, akan berakibat kehilangan gigi-gigi.

Dan masalah pun tidak hanya berhenti di situ.

Kehilangan gigi dalam rongga mulut jelas-jelas mempengaruhi kerja sistem organ pencernaan lainnya. Jika makanan tidak tercerna dengan baik di dalam rongga mulut, maka secara otomatis kerja organ pencernaan lainnya menjadi lebih berat. Dengan demikian, keluhan akan masalah pencernaan akan timbul.

3. Atherosclerosis

Tingginya populasi bakteri di dalam rongga mulut dapat berakibat penyumbatan pada arteri karotis dan meningkatkan resiko stroke.

4. Penyakit jantung

Pasien dengan penyakit periodontal memiliki kemungkinan 2x lebih besar mengidap penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah arteri sebagai akibat dari masuknya bakteri periodontal dari plak ke dalam pembuluh darah melalui peradangan gusi.

5. Diabetes

Ada hubungan antara diabetes dengan penyakit periodontal. Kondisi level gula darah yang tinggi dapat memperburuk kondisi penyakit periodontal yang sudah ada. Begitu pula sebaliknya, kondisi penyakit periodontal yang buruk dapat berefek buruk terhadap kondisi level gula darah, sehingga dapat meningkatkan resiko komplikasi diabetes.

6. Asma

Seseorang dikatakan mengalami asma pada saat jalan udara menyempit dan menghasilkan produksi mucus (lendir) berlebih sehingga membuat seseorang makin sulit bernapas. Kondisi ini tidaklah mempengaruhi kondisi gusi dan tulang rahang, nemun justru pengobatannyalah yang memperburuk kondisi penyakit periodontal (gusi dan jaringan penyangga gigi) yang telah ada sebelumnya.

Pengobatan asma menyebabkan pengurangan antibodi dalam air liur serta pengurangan jumlah air liur. Hal ini meningkatkan resiko gigi berlubang serta penyakit periodontal (gusi dan tulang penyangga gigi). Itulah sebabnya para penderita asma dianjurkan untuk melakukan kunjungan rutin berkala ke dokter gigi untuk pemeriksaan gigi-geligi mereka.

7. Osteoporosis

Osteoporosis merupakan penyakit tulang, dimana mineral-mineral akan menghilang dari tulang sehingga densitas dari tulang semakin berkurang dan menyebabkan tulang melemah dan mudah patah.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara osteoporosis dengan perkembangan penyakit gusi dan tulang penyangga gigi.

8. Kehamilan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyakit periodontal selama kehamilan dapat menyebabkan berat bayi baru lahir rendah. Bakteri yang terdapat dalam plak dengan mudah masuk melalui pembuluh darah dan dapat mempengaruhi kondisi kehamilan. Karena itulah para ibu hamil dianjurkan untuk meningkatkan kebersihan rongga mulut mereka selama masa kehamilan dan juga selama masa menyusui.

9. Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis adalah suatu peradangan kronis yang menyerang area persendian dan menyebabkan rasa sakit, bengkak dan kaku pada persendian contohnya di kaki dan tangan. Efek dari penyakit ini membuat aktivitas para penderitanya menjadi terbatas.

Walaupun yang paling sering terkena dampak rheumatoid arthritis adalah pada bagian kaki dan tangan, penyakit ini juga bisa menjangkiti bagian tubuh lainnya, seperti mata, paru-paru, pembuluh darah, dan kulit. Para penderita rheumatoid arthritis tahap lanjut umumnya menunjukkan infeksi serta peradangan pada jaringan periodontium (gusi dan tulang penyangga gigi).

10. Masalah pernapasan

Bakteri dalam rongga mulut dengan mudah menjelajah ke paru-paru melalui pembuluh darah sehingga mengganggu kerja sistem pernapasan, terutama pada pasien yg telah memiliki masalah pernapasan sebelumnya.

11. Disfungsi ereksi

Bakteri pada jaringan penyangga gigi (jaringan periodontium) dapat masuk melalui pembuluh darah, menyebabkan peradangan pada pembuluh darah sehingga terjadi penyumbatan aliran darah pada area genital. Pria dengan penyakit periodontal memiliki kesempatan 7x lebih besar mengalami disfungsi ereksi dibandingkan dengan pria yang tidak memiliki penyakit periodontal.

Itulah sebabnya mengapa banyak sekali upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan rongga mulut mereka. Cara yang paling baik adalah membangun dan mempertahankan kebiasaan makan makanan yang sehat dan tinggi serat, menyikat gigi yang baik dan benar pada pagi dan malam hari disertai dengan penggunaan benang gigi untuk membersihkan daerah sela-sela gigi, serta pemeriksaan berkala ke dokter gigi untuk deteksi awal kondisi rongga mulut Anda dari hal-hal yang tidak diharapkan.

(Penulis adalah Dentist, Certified Clinical Hypnotherapist of Adi W. Gunawan Institut of Mind Technology & Author of the book "Hypnosis in Dentistry")

http://drg.miagracia.com/