Khasiat Dibalik Pahitnya Biji Mahoni untuk Kesehatan

6 Desember 2013 Artikel Kesehatan


Pohon mahoni bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia, pohon ini berasal dari Hindia Barat, pohon-nya dalam waktu kira-kira setahun bisa tumbuh dengan tinggi 5-25 m. Daunnya saat masih muda berwarna merah kemudian akan berubah menjadi warna hijau tua. Bunga-bunga tersebut diatur dalam komposisi daun dari ketiak pohon. Bunga mahoni utama adalah berwarna cokelat silinder dan ringan. Kelopak berbentuk seperti sendok. Ciri-ciri buah mahoni diantaranya bermahkota silindris dengan warna kuning kecoklatan, benang sari melekat pada mahkota, kepala sari putih dan kuning kecoklatan. Buahnya berbentuk kotak, oval, beralur lima dan berwarna coklat berbentuk pipih.

Mahoni atau Swietenia Mahagoni Jacq dapat ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-tempat lain yang dekat dengan pantai, atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung.Seperti kebanyakan obat, mahoni juga pahit rasanya. Namun, di balik pahitnya itu tersimpan khasiat alami untuk beragam keluhan, yang antara lain berkat kandungan flavonoid dan saponinnya.

Kandungan flavonoid-nya berguna untuk melancarkan peredaran darah, mencegah tersumbatnya saluran darah, mengurangi kadar kolesterol dan penimbunan lemak pada dinding pembuluh darah, membantu mengurangi rasa sakit, pendarahan, lebam, dan berfungsi sebagai antioksidan.

Dan Saponin- nya berguna untuk mencegah penyakit sampar, mengurangi lemak tubuh, meningkatkan sistem kekebalan, memperbaiki tingkat gula darah, serta menguatkan fungsi hati dan memperlambat proses pembekuan darah. Menurut penelitian khasiat biji mahoni mampu menurunkan gula darah atau kencing manis. Disamping itu khasiat biji mahoni yang paling terkenal adalah untuk pengobatan penyakit malaria.

Tanaman yang memiliki kemampuan sebagai astringent (mengeringkan) ini dapat mengendapkan protein selaput lendir usus dan membentuk suatu lapisan yang melindungi usus, sehingga menghambat asupan glukosa dan laju peningkatan glukosa darah.Tanaman ini memiliki sifat pahit, dingin, antipiretik (penurun panas), anti jamur, dan mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Efek farmakologis ini diperoleh dari penggunaan biji yang dikeringkan, digiling halus, sampai menjadi serbuk.

Sampai sekarang tetap ada yang memanfaatkan biji mahoni sebagai bahan dasar ramuan untuk mengobati beragam penyakit. Tersiar dari mulut ke mulut, ramuan serbuk mahoni pun dipercaya memiliki khasiat untuk membantu proses penyembuhan dan vitalitas. Selain serbuk, ada juga yang mengonsumsi langsung biji mahoni setelah membuang kulit luarnya yang berbentuk pipih.

Untuk menjaga kesehatan, sebaiknya pemanfaatan biji mahoni ini dilakukan dengan hanya 1 biji saja perhari, dengan cara ditelan langsung atau bisa juga dihaluskan terlebih dahulu kemudian diseduh untuk diminum. Pada sebagian orang, buah mahoni ini dapat menimbulkan efek samping, untuk itu dianjurkan untuk tidak mengkonsumsinya secara terus-menerus.

Oleh: Josua M

(Dikutip dari berbagai sumber)