Kesehatan Mata: Mata Merah, Haruskah ke Dokter?

7 Mei 2010 Artikel Kesehatan


Banyak orang mengira penyakit mata merah akibat peradangan konjungtiva (Acute Hemorrhagic Conjunctivitis/AHC) terlalu ringan untuk dibawa ke dokter mata, sehingga cukup mengkonsumsi obat-obatan yang dijual bebas. Benarkah mata merah dapat diobati sendiri?

Dr. Florence Meilani Manurung, Sp.M, spesialis mata anak dari Jakarta Eye Center (JEC) mengatakan, keputusan mengobati sendiri mata merah boleh saja dilakukan oleh pasien saat tahap awal. Namun apabila mata merah sudah diderita lebih dari 3 hari maka wajib diperiksa oleh dokter mata. Hal ini dilakukan untuk menghindari infeksi lebih parah, mengingat mata merah adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus, serta mencegah kesalahan diagnosa dan pengobatan.

"Sebab kebanyakan obat mata yang dijual bebas tidak mengandung antibiotik, padahal untuk mematikan kuman penyebab penyakit ini dibutuhkan serangan antibiotik," kata Florence.

Selain mengobati sendiri, ada juga yang memutuskan untuk meminta resep pada apoteker dengan acuan penyakit mata merah. Namun sayangnya, kata Florence, seorang apoteker tidak bisa mendiagnosa penyakit dengan tepat. Seandainya mata merah yang diidap adalah akibat glaukoma, bukan peradangan biasa, maka kemungkinan besar Anda salah mengkonsumsi obat.

"Dokter mata Anda tentu akan memeriksa dengan teliti penyebab mata merah tersebut untuk kemudian memberikan terapi obat tetes dan salep mata. Keduanya tentu dengan kadar antibiotik yang sudah diperhitungkan. Obat minum antibiotik sendiri sangat jarang diberikan pada peradangan konjungtiva atau AHC," paparnya.

Penulis: AC/Editor: acandra

Sumber: Kompas.Com