Kenali Gejala dan Penyebab Amnesia

15 April 2010 Artikel Kesehatan


Anda mungkin pernah mendengar istilah amnesia dari film atau serial TV. Karakter umumnya digambarkan mengalami kecelakaan, khususnya benturan kepala, tidak sadarkan diri untuk beberapa waktu, dan akhirnya terbangun di dunia dan bertemu orang-orang yang terasa asing. Apa amnesia sebenarnya?

Amnesia merujuk kepada hilangnya memori, seperti fakta-fakta, informasi dan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Meskipun karakter film atau serial TV seringkali benar-benar tidak bisa mengenal diri mereka, amnesia dalam kehidupan sebenarnya umumnya tidak membuat Anda kehilangan identitas diri sepenuhnya.

Orang-orang dengan amnesia pada umumnya tahu siapa mereka, tapi kesulitan mempelajari informasi baru dan membentuk memori baru.

Apa penyebabnya? Amnesia bisa disebabkan oleh kerusakan area otak yang sangat penting dalam proses pengolahan memori. Berbeda dengan hilang ingatan sementara (transient global amnesia), amnesia bisa bersifat permanen.

Gejala
Ada dua gambaran utama amnesia, yaitu:
Gangguan mempelajari informasi baru.Gangguan mengingat peristiwa-peristiwa masa lalu dan informasi sejenis sebelumnya.
Sebagian besar orang dengan amnesia memiliki gangguan memori jangka pendek, mereka tidak bisa mengingat informasi baru. Selain itu, banyak juga yang kesulitan mengingat memori sebelumnya. Memori-memori yang baru terjadi cenderung hilang, sedang ingatan yang sudah lama tertanam tetap bertahan.

Beberapa orang bisa mengingat pengalaman masa kecil atau mengetahui nama-nama presiden di masa lamapu, tapi tidak bisa mengingat nama presiden yang sedang menjabat.

Hilang ingatan ini tidak mengganggu kecerdasan, pengetahuan umum, kesadaran, tingkat perhatian, penilaian, kepribadian atau identitas seseorang. Orang-orang dengan amnesia biasanya bisa memahami kata-kata tertulis dan ucapan serta bisa mempelajari keterampilan seperti bersepeda atau bermain piano. Selain itu, mereka juga kemungkinan mengerti bahwa mereka mengalami gangguan memori.

Amnesia berbeda dengan kepikunan. Kepikunan juga meliputi hilang ingatan, tapi juga disertai gangguan kognitif lainnya sehingga memicu penurunan kemampuan mengerjakan aktivitas sehari-hari.

Gejala lainnya
Bergantung kepada penyebabnya, amnesia juga mungkin ditandai oleh:

Ingatan atau kenangan yang salah, baik ingatan yang baru saja ditemukan atau dari memori asli yang salah urutan waktu.Gangguan neurologis seperti gerakan yang tidak terkoordinasi, tremor atau kejang.Kebingungan atau gangguan orientasi.
Penyebab
Fungsi memori normal melibatkan banyak bagian otak, dan setiap penyakit atau cedera yang mengganggu otak bisa memengaruhi lika-liku memori. Amnesia bisa disebabkan oleh kerusakan struktur otak yang membentuk limbic system, yang berfungsi mengontrol emosi dan memori.

Amnesia yang disebabkan oleh cedera otak atau kerusakan otak dikenal dengan amnesia neurologis atau organis. Jenis amnesia ini bisa disebabkan oleh:
StrokePeradangan otak (encephalitis) yang disebabkan oleh infeksi virus seperti herpes simplex virus (HSV) atau akibat reaksi autoimun terhadap kanker di dalam tubuh.Kekurangan oksigen di otak (misalnya akibat serangan jantung, stres pernafasan atau keracunan karbon monoksida).Penggunaan alkohol jangka panjang yang memicu kekurangan thiamin (vitamin B-1).Tumor di area otak yang mengontrol memori.Penyakit degeneratif otak, seperti penyakit alzheimer dan bentuk kepikunan lainnya.
Cedera kepala, seperti yang umum terjadi saat kecelakaan mobil, bisa memicu kebingungan dan gangguan mengingat informasi baru, khususnya di awal-awal masa pemulihan. Akan tetapi, hal ini biasanya tidak menyebabkan amnesia parah.

Jenis amnesia lain yang jarang terjadi adalah psychogenic or dissociative amnesia. Gangguan ini disebabkan oleh shock atau trauma emosional, misalnya karena pernah menjadi korban kekerasan yang brutal. Dalam gangguan ini, seseorang bisa kehilangan memori personal. Namun biasanya hanya untuk sementara waktu.

Kemungkinan mengalami amnesia akan meningkat jika Anda mengalami operasi otak, cedera kepala atau trauma, mengalami stroke, dan menyalahgunaan alkohol. (IK/OL-5)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat