Kenali Cedera pada Anak dan Kiat untuk Mengatasinya

3 April 2013 Artikel Kesehatan


Senangnya kita sebagai orang tua jika melihat anaknya aktif dalam tumbuh kembangnya. Sifat aktifnya bisa kita lihat ketika anak-anak berlarian dan melompat dengan riang. Namun tanpa disadari, di balik keriangan mereka tersimpan kecemasan-kecemasan kecil di benak para orangtua. Tingkah si kecil yang aktif sering kali mengakibatkan pakaian menjadi kotor atau bahkan cedera kecil pada tubuhnya yang membuat anak menjerit kesakitan. Maka dari itu, orangtua sebaiknya memahami beberapa tindakan yang perlu dilakukan ketika anak mengalami cedera saat bermain dan melakukan pertolongan pertama pada anak.

Cedera yang dialami anak juga beragam pada saat ia aktif. Untuk itu anda harus mengenali beberap kemungkinan cedera yang dialaminya seperti:

1. Teriris benda tajam
Bila ada bagian kecil benda yang berada di dalam luka, misalnya beling, cabutlah dengan hati-hati. Bersihkan luka dengan sabun dan air hangat, keringkan dan oleskan krim mengandung antibiotik. Tutupi luka dengan perban steril dan gantilah perban setiap hari. Luka tidak perlu dioles dengan cairan antiseptik seperti alkohol.
Jika ada luka perdarahan, segera lakukan penekanan pada bagian yang luka dengan kain bersih. Perdarahan biasanya akan berhenti sekitar 5-10 menit. Jika pendarahan terus berlanjut, segera bawa anak ke puskesmas terdekat untuk menghentikan pendarahnya.

2. Jari terjepit
Jika tampak ada deformasi, misalnya ada luka di bawah kuku atau kuku terbuka, periksakan ke dokter. Kompres luka dengan es atau sirami dengan air mengalir untuk mengurangi pembengkakan. Jika luka berdarah, bersihkan dengan sabun dan air setelah itu tutup dengan perban.
Setelah pertolongan pertama, perhatikan dalam periode 72 jam apakah intensitas sakit bertambah, ada bengkak, merah, atau demam pada anak. Gejala itu bisa menjadi tanda adanya infeksi. Hindari meluruskan sendiri jari yang bengkok atau patah.

3. Mengalami mimisan
Jika mimisan pada anak disertai muntah atau anak tampak pucat dan berkeringat, segera bawa anak ke klinik terdekat. Selain itu telentangkan kepala namun tubuh tidak ikut terlentang atau pencet lubang hidung dan usahakan anak agar tidak banyak bergerak selama 10 menit.
Jika pendarahan tidak juga berhenti, ulangi lagi selama 10 menit. Bila masih mimisan juga, bawalah anak ke dokter.
Setelah mimisan berhenti, jangan biarkan anak dalam posisi tiduran atau kepala miring untuk mencegah ia menelan darah. Hindari pula menyumbat hidung anak dengan tisu kering karena saat mencabutnya bisa membuat luka terbuka lagi. Lebih baik sumbat dengan kain kasa yang ditetesi decongestan untuk mengecilkan pembuluh darah.

4. Kepala terbentur benda keras
Usahakan anak tetap dalam kondisi sadar dan responsif (jika tidak, segera bawa ke dokter), kompres kepala anak dengan es batu atau kantong es selama 20 menit untuk mengurangi pembengkakannya.

Selanjutnya, perhatikan kondisi anak. Bawalah anak ke dokter jika ada perubahan pada pupil mata, misalnya bagian kiri lebih besar dari kanan atau sebaliknya, atau anak tidak bereaksi pada cahaya. Waspadai pula jika anak muntah, tidak mau makan, mengalami sakit kepala berat, lemas, atau tidak seperti biasanya.

5. Luka bakar
Yang harus dilakukan pertama kali adalah membersihkan luka di bawah air mengalir selama beberapa menit kemudian keringkan dengan handuk bersih.
Untuk mengurangi nyeri, kompres dingin, tetapi bukan dengan es batu karena bisa menyebabkan luka bakar dingin di atas luka bakar. Kemudian tutupi luka dengan perban steril. Anda juga boleh memberikan anak pereda nyeri. Periksakan luka bakar jika nyeri, warna kemerahan, serta luka masih melepuh beberapa jam kemudian.
Untuk perawatan setelah luka bakar, sebaiknya tidak mengoleskan salep yang berminyak karena bisa membuat panas terperangkap di bawahnya sehingga luka bakar bertambah parah. Hindari pula memberikan pasta gigi atau mentega setelah terbakar karena justru menyebabkan infeksi.

(Dikutip dari berbagai sumber)