Kawat Gigi Cekat Tanpa Sakit

1 Oktober 2009 Artikel Kesehatan


Tujuan perawatan ortodonti atau kawat gigi cekat adalah menciptakan hubungan kontak sebaik mungkin dengan estetika wajah yang baik (Proffit,1993). Tentu, tujuan utama dari perawatan ortodonti adalah mendapatkan penampilan susunan gigi dan wajah yang menyenangkan, secara estetika dengan fungsi yang baik dan dengan gigi-gigi dalam posisi stabil.

Perawatan kawat gigi cekat ditangani oleh dokter gigi spesialis ortodonti (ortodontis). Ortodontis atau dokter gigi spesialis ortodonti adalah dokter gigi yang telah menyelesaikan pendidikan spesialis di bidang ortodonti, yang mendiagnosa, merencanakan dan merawat kelainan susunan gigi dan wajah. Jumlah ortodontis atau dokter gigi spesialis ortodonti di Indonesia masih sangat sedikit yaitu hanya 6 dari jumlah dokter gigi di seluruh Indonesia.

Mengapa perawatan ortodonti/kawat gigi cekat itu penting?

Fungsi perawatan ortodonti ada dua macam yaitu untuk estetika dan mengembalikan fungsi yang tidak normal. Pada susunan gigi yang maju pada rahang atas ataupun rahang bawah, gigi yang tidak teratur.

Begitu pula gigi yang renggang meyebabkan senyum menjadi kurang menarik, sehingga berdampak pada sisi emosional yaitu menjadi tidak percaya diri. Disamping itu pada gigi yang tidak rapi proses pembersihannya sulit sehingga akan menyebabkan gigi berlubang, penyakit gusi, bahkan dapat menyebabkan gigi lepas.

Pada gigi belakang yang tidak kontak menyebabkan kesulitan pada waktu mengunyah. Sehingga makanan menjadi tidak lembut, terjadi gangguan pencernaan. Pada gigi depan yang tidak kontak atau gigitan terbuka menyebabkan gangguan fungsi berbicara, dimana tidak dapat mengucapkan vokal tertentu dengan jelas(celat).

Pada kasus tersebut di atas apabila tidak dirawat akan menyebabkan penggunaan yang tidak normal pada permukaan gigi. Tidak efektifnya fungsi pengunyahan, tekanan yang berlebihan pada gusi dan tulang yang mendukung gigi atau gangguan sendi rahang, sakit kepala dan sakit pada wajah dan leher.

Kasus-kasus yang perlu perawatan ortodonti adalah:
Gigi berjejal/tidak rapi, Gigi renggang, Gigi maju pada rahang atas/mronggos, Gigi maju pada rahang bawah, Kelainan sendi rahang (sakit sendi rahang /berbunyi), Kesulitan mengunyah karena gigi belakang tidak kontak, Kesulitan berbicara/ vokal tertentu tidak jelas pada gigi depan yang terbuka, Kebiasaan buruk (menghisap ibu jari, bernafas lewat mulut, cara menelan yang salah), dan Gigi permanen yang hilang karena kecelakaan atau dicabut.
Umur 7 tahun perlu ke ortodontis (dokter gigi spesialis ortodonti/kawat gigi), kenapa?

Sebagian besar orang berpikir, perawatan ortodonti/kawat gigi adalah untuk remaja, padahal waktu yang paling baik untuk mulai perawatan ortodonti/kawat gigi adalah umur 9 tahun. Bahkan American Association of Orthodontists (AAO) merekomendasikan anak-anak usia 7 tahun kontrol ke ortodontis (dokter gigi spesialis ortodonti/kawat gigi).

Dokter gigi spesialis ortodonti/kawat gigi akan mendeteksi kelainan pada susunan gigi dan bentuk rahang sedini mungkin serta menentukan waktu yang tepat untuk perawatan ortodonti/kawat gigi , apakah perlu segera atau menunggu, kontrol periodik 3 bulan sekali. Perawatan ortodonti/kawat gigi apabila dimulai pada waktu yang tepat/sedini mungkin, perawatan menjadi lebih mudah dan akan menghasilkan yang lebih baik, walaupun perawatan ortodonti/ kawat gigi cekat dapat berhasil pada usia berapapun.

Keberhasilan perawatan ortodonti

Untuk mencapai hasil perawatan ortodonti yang ideal tidak mudah, dipengaruhi banyak faktor. Faktor paling penting yang menentukan keberhasilan perawatan ortodonti/ kawat gigi adalah operator dimana dilakukan oleh seorang yang benar-benar ahli (dokter gigi yang sudah spesialis ortodonti/kawat gigi).

Kepandaian dokter gigi spesialis dalam menentukan diagnosa dan rencana perawatan, pengetahuan tentang biomekanik pergerakan gigi serta ketrampilan dalam melakukan perawatan dan yang tidak kalah penting adalah pengalaman adalah faktor penting keberhasilan perawatan ortodonti.

Keberhasilan juga merupakan kerja sama antara dokter dengan pasien. Pasien harus disiplin dalam hal waktu kontrol, selektif memilih makanan dan menjaga kebersihan mulut.

Contoh kasus perawatan ortodonti/kawat gigi cekat terlihat pada gambar di bawah ini
Sebelum dan sesudah perawatan:

Apakah perawatan ortodonti/ kawat gigi itu sakit?

Perawatan ortodonti/kawat gigi sebetulnya tidak sakit, memang harus dilakukan oleh seorang yang benar-benar ahli. Dokter harus mengetahui reaksi biologis dari gigi dan jaringan sekitarnya terhadap tekanan mekanis dari alat ortodonti. Tekanan pada gigi harus konstan dan tidak melebihi tekanan kapiler darah, sehingga tidak menimbulkan rasa sakit dan kerusakan jaringan.

Sebagian pasien merasakan ku-rang nyaman saat braket/ alat ortodonti cekat dipasang. Setelah melewati masa adaptasi 3-5 hari, pasien akan terbiasa. Untuk mengatasi iritasi pada gusi ada semacam malam/ karet yang ditempel pada braket, obat kumur, dan obat-obatan yang diminum

Kesimpulan

Susunan gigi dan bentuk rahang sangat berpengaruh terhadap bentuk wajah/ profil dan kesehatan seseorang. Susunan gigi yang rapi, rahang yang rata/normal membuat senyum yang indah sehingga kita menjadi lebih percaya diri. Tidak ada kata terlambat untuk perawatan ortodonti karena dapat dilakukan pada usia berapa pun dan tidak sakit.(13)

Drg. Indriati.M, Sp.Ort, Ahli ortodonti-kawat gigi/kecantikan RS Telogorejo

Sumber: Suaramerdeka.Com