Kaum Lelaki Kurang Peduli Kesehatan

18 Februari 2011 Artikel Kesehatan


JAKARTA - Dari beberapa indikator, seperti usia, harapan hidup, dan kerentanan penyakit, ternyata kaum pria memang memiliki status kesehatan yang lebih buruk dibandingkan dengan perempuan. Di seluruh dunia, usia para lelaki lebih pendek ketimbang usia perempuan.

Di Indonesia, berdasarkan data tahun 2000, rata-rata usia harapan hidup wanita adalah 70 tahun, sedangkan pria hanya 65 tahun. Sementara itu data terbaru di Provinsi DKI Jakarta menyebutkan, usia harapan hidup wanita mencapai 72 tahun dan pria 65 tahun.

"Sejak awal program pembangunan, usia pria memang lebih pendek 4-6 tahun dari wanita dan semakin lama perbedaannya semakin jauh," kata dr Edy Rizal Wahyudi, SpPD, anggota staf pengajar dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ada banyak faktor yang memengaruhi kerentanan pria pada kesehatannya, antara lain pria adalah makhluk eksternal sehingga lebih rentan terpapar risiko di luar, seperti kecelakaan lalu lintas, polusi, dan infeksi penyakit.

Secara umum, ada 10 hal yang jadi penyebab terbanyak kematian pria, yakni penyakit jantung, kanker, kecelakaan, strok, PPOK, diabetes, pneumonia, bunuh diri, ginjal, serta Alzheimer.

Hal lain adalah faktor psikologis. "Tuntutan untuk mencapai target atau kompetensi membuat para pria memiliki sifat takut, malu, dan tak mau mengalah. Mereka malu dan takut jika menyatakan diri sakit, nanti dibilang lemah," kata dr Charles Damping, SpKJ(K).

Para pria, ucap dr Charles, cenderung memandang persoalan secara pragmatis dan ingin cepat selesai. "Mereka juga tidak mau repot dan kurang sabar," katanya.

Sebaliknya, kaum wanita suka memerhatikan diri dan kesehatannya. Wanita juga dinilai memiliki waktu luang lebih banyak sehingga kesempatan untuk membaca dan mencari informasi mengenai kesehatan lebih banyak dari pria sehingga wanita berperan aktif dalam pencegahan masalah kesehatan di keluarganya.

"Wanita biasanya baru merasa gejala sakit sedikit sudah langsung periksa ke dokter, sedangkan pria cenderung menahan sakitnya," kata dr Charles.

Oleh karena itu, kaum wanita didorong untuk berperan dalam membantu pria memerhatikan kesehatannya. "Bisa dimulai dari hal kecil, seperti menyusun menu sehat untuk keluarga, mengajak berolahraga, dan menemani pasangan ke dokter untuk melakukan cek kesehatan rutin," ujar dr Edy.

Sumber: kompas.com