Jangan Malas Bergerak Jika Tidak Ingin Penyakit Ini Datang!

2 Mei 2014 Artikel Kesehatan


Saat ini banyak orang yang malas gerak (mager) dan lebih senang berleha-leha. Tapi sebaiknya hindari kebiasaan ini, karena kurang gerak atau tidak beraktivitas akan menimbulkan berbagai macam penyakit.

Pada 2005, sekitar 1,6 miliar orang dewasa (15 tahun ke atas) mengalami kegemukan dan 400 juta di antaranya obesitas. Diperkirakan pada 2015, sekitar 2,3 miliar orang dewasa akan mengalami kegemukan dan 700 juta di antaranya obesitas. Penyebabnya lantaran ketidakaktifan fisik.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ketidakaktifan fisik adalah istilah untuk mengidentifikasi orang-orang dengan tingkat aktivitas fisik teratur yang rendah atau tidak sama sekali sehingga pembakaran energinya tidak lebih dari 1,5 kali pembakaran energi saat beristirahat.

Perilaku tidak aktif ditemui di masyarakat yang banyak beraktivitas sambil duduk, duduk bersandar, atau berbaring di luar waktu tidur, seperti menonton televisi, main video game, bekerja di depan komputer, dan lainnya. Berkembang luas penyakit yang dinamakan sitting disease, yakni penyakit akibat terlalu lama duduk.

Menurut American Cancer Society pada Juli 2010, 94 persen wanita dan 48 persen pria menghabiskan waktu dengan duduk atau tidak aktif selama 6 jam sehari memiliki risiko meninggal lebih cepat daripada mereka yang aktif dan duduk kurang dari 3 jam sehari.

Bahkan, sebuah studi menunjukkan tidak bergerak dengan cukup atau malas gerak memiliki bahaya terhadap kesehatan yang sama seperti merokok. Dalam penelitian yang diterbitkan The Lancet diketahui 5,3 juta kematian di seluruh dunia akibat kurang aktif secara fisik.

Sementara itu sebagai perbandingan, kematian akibat rokok di seluruh dunia mencapai 5 juta. Hal ini menunjukkan kurangnya aktivitas memiliki ancaman bahaya yang sama seperti merokok.

Saat ini, di seluruh dunia orang-orang terlalu mengandalkan mobil dan jenis trasnportasi bermotor lainnya ketika bepergian, terlebih saat berada dikantor orang lebih banyak menghabiskan waktu di meja.

Kondisi yang sama juga terjadi pada remaja dan anak yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton televisi atau bermain video game dibanding bermain di taman. Padahal kurangnya aktivitas ini berperan dalam hampir setiap penyakit kronis yang ada.

Salah satu cara paling mudah untuk mengatasi malas gerak ini adalah cobalah memulai dengan jalan kaki beberapa meter saat pergi dan pulang kerja, bangun dari tempat duduk setiap beberapa waktu dan berjalan ke sekitar, serta menyempatkan diri untuk melakukan olahraga.

Semoga bermanfaat!

Oleh: Ariyanti S
(Dikutip dari berbagai sumber)