Jamur, Si Lezat yang Menyehatkan

14 Maret 2011 Artikel Kesehatan


Sebagai bahan pangan yang masih jarang peminatnya, Rivaldy -pemilik Rumah Jamur di Lembang, Bandung- mengenalkan jamur tak hanya dari masakan yang rasanya bisa menyerupai daging. Khasiat tanaman yang tak berklorofil ini dikenalkan kepada pengunjung melalui beberapa banner besar yang dipasang di restorannya yang terletak di Jalan Raya Lembang 155 itu, bertuliskan manfaat berbagai jamur.

Jamur shiitake, seperti tertulis dalam banner tersebut, di antaranya memiliki asam amino tinggi yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sementara jamur kuping, dengan lendir yang dihasilkannya, bisa menetralisir kolesterol dan racun dalam tubuh.

Jamur itu bahan pangan yang bisa dimakan oleh segala umur. Tidak menjadi pantangan untuk orang yang punya darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, atau penyakit lainnya, ujar Rivaldy.

Jamur tiram, misalnya, seperti dijelaskan dalam www.iptek.net.id, termasuk jamur pangan potensial yang mempunyai nilai gizi tinggi, dengan senyawa aktif yang mampu mengendalikan kesehatan.

Jamur yang tumbuh dengan baik di lingkungan bersuhu 10-32 derajat Celsius ini, baik yang berjenis tiram putih, tiram abu-abu, maupun tiram raja, dikenal memiliki protein yang tinggi. Selain itu, jenis jamur yang bertudung besar dan tipis ini juga memiliki kandungan kelompok vitamin B, vitamin C, dan provitamin D.

Jamur juga merupakan sumber mineral yang baik. Kandungan mineral utama yang tertinggi adalah kalium, fosfor, natrium, kalsium, dan magnesium. Kandungan logam beratnya masih jauh di bawah batas yang ditetapkan dalam undang-undang Fruit Product Order and Prevention of Food Adulteration Act tahun 1954. Untuk itulah, jamur tiram dinilai sebagai bahan pangan yang aman dikonsumsi setiap hari.

Konsumsi jamur segar secara rutin, terutama jika dikombinasikan dengan teh hijau, juga terbukti bisa mengurangi tingkat risiko terkena kanker payudara.

Hasil studi Min Zhang dari Universitas Western, Australia, yang dilakukan terhadap 2.018 perempuan dari kota Hangzhou, China, menunjukkan, risiko kanker payudara secara signifikan menurun pada mereka yang mengonsumsi banyak jamur segar daripada yang tidak makan jamur. Hasil penelitian tersebut menunjukkan, dengan memakan 10 gram jamur setiap hari, akan memberi efek yang menguntungkan (Kompas, 20 Maret 2009).

Meski berkhasiat, hati-hati juga terhadap jamur beracun. Beberapa jenis di antara jamur beracun ini biasanya hidup liar. Jadi, akan lebih aman kalau Anda mengonsumsi jamur yang sudah dibudidayakan.

Sumber: kompas.com