Inilah Alasan Mengapa Kita Wajib Bangun Pagi

13 Januari 2016 Artikel Kesehatan   |    Sri Wahyuni, S.E


Hayo, siapa yang susah untuk bangun pagi? Memasang alarm merupakan salah satu cara yang dilakukan agar kita bisa bangun pagi.

Tidak ada ruginya loh, kalau kita membiasakan diri untuk bangun pagi. Berikut ini beberapa alasan mengapa kita wajib bangun pagi:

1. Waktunya Up To Date

Udara segar, cuaca yang tidak terlalu panas dan otak kita sudah siap untuk diisi berbagai ilmu baru. Itulah mengapa pagi hari merupakan waktu yang baik untuk pengembangan diri. Misalnya untuk beribadah dan membaca kitab suci. Kita juga bisa membaca buku-buku pengembangan diri lainnya dan menyaksikan acara televisi yang bermanfaat.

Suasana yang masih tenang akan menjadi anugerah yang bisa digunakan untuk mengembangkan diri secara profesional, emosional, fisik, mental dan spiritual. Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk mengasah pikiran dan hati.

2. Olahraga

Tidur lebih awal mampu membuat Anda bangun pagi dengan lebih bugar. Waktu yang masih ada bisa Anda gunakan untuk berolahraga, baik dirumah atau di gym dekat kantor. Bisa dengan lari-lari kecil atau dengan naik turun tangga selama 15 menit. Kalau Anda terbiasa membersihkan rumah seperti menyapu, mencuci atau mengepel, menurut beberapa dokter kegiatan ini tidak bisa disamakan dengan kegiatan olahraga. Jadi ada baiknya Anda menyempatkan diri untuk jogging kecil atau olahraga ringan lainnya. Dengan begitu, badan menjadi sehat, bugar dan pikiran menjadi lebih positif apabila rutin berolahraga.

3. Membereskan hal-hal Kecil

Anda bisa membereskan hal-hal kecil terlebih dahulu sebelum menyelesaikan tugas yang lebih besar.

4. Meningkatkan Produktivitas

Jika Anda mengawali hari lebih awal, Anda akan membuat hari terasa lebih panjang. Dengan demikian, Anda pun bisa melakukan lebih banyak hal dalam satu hari daripada biasanya. Jika pekerjaan menumpuk untuk esok hari, tidurlah lebih awal dan bangun lebih pagi, maka Anda bisa menyelesaikan tugas dengan lebih cepat. Bukan sebaliknya, tidur larut malam untuk menyelesaikan tugas dan bangun lebih siang.

5. Berpikir

Pakar keuangan James Citrin pernah mengatakan, "Heningnya pagi seringkali terjadi ketika pikiran kita sedang jernih dan memungkinkan untuk memecahkan persoalan penting."
Dalam artikelnya Tapping the Power of Your Morning Routine, akan memberikan wawasan kepada Anda betapa berharganya waktu pagi. Dalam artikel tersebut, Jim juga melaporkan bahwa 80 persen pejabat perusahaan yang di wawancarainya bangun pukul 05.30 atau lebih pagi.

6. Lakukan Meditasi

Meditasi menyebabkan keseimbangan emosional dan kesejahteraan diri. Jika Anda mengawali diri dengan bermeditasi, akan membawa keseimbangan dalam hidup sepanjang hari dan memperbaiki kualitas hidup Anda. Pagi menjadi waktu yang lebih baik untuk meditasi karena pikiran Anda masih segar, rileks dan otak masih tajam.


Caranya, duduk tenang dengan kaki bersila. Lebih baik lagi apabila dilakukan di halaman yang hijau atau beranda rumah yang dekat kebun dengan kicauan burung dan kolam ikan. Hawa sejuk dan suasana alam yang membuat Anda lebih rileks.

Tarik nafas panjang secara perlahan dan keluarkan lewat mulut perlahan-lahan (hitung hingga sepuluh detik didalam hati), lakukan selama beberapa kali. Lalu tenangkan pikiran, pikirkan orang-orang yang Anda sayang dan wujudkan rasa syukur karena telah memiliki orang-orang seperti mereka dalam hidup Anda dan menguatkan hati untuk selalu membahagiakan mereka seperti mereka membahagiakan Anda, lalu tersenyumlah (sambil menutup mata).

7. Mengalahkan Kemacetan

Bukan hanya Jakarta yang didera kemacetan pada pagi hari, kota lain pun juga begitu. Dengan tiba dikantor lebih awal, Anda bisa menggunakan waktu yang masih ada untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai seperti membaca, olahraga, menelpon dan lain sebagainya. Daripada menggunakan waktu untuk mengarungi kemacetan, lebih baik memanfaatkannya untuk "me time" kecil-kecilan.

Nah, itulah alasan dan manfaatnya bangun pagi yang dapat di praktekkan karena mengatur waktu itu sangat penting untuk masa depan kita.

(Penulis adalah social media officer di International Islamic Education Council)
Blog(http://yasta-berkarya.blogspot.co.id)