Inilah 3 Tips Pencegahan Penyakit pada Anak Saat Liburan

3 Mei 2014 Artikel Kesehatan


Memaknai masa libur pastilah kita berbeda-beda. Ada yang menghabiskannya untuk berjalan-jalan, ada juga yang mencoba menu baru di dapur. Bagi kebanyakan orang rencana liburan sudah direncanakan jauh-jauh hari. Lokasi liburan dan aktivitas menarik yang dapat dilakukan bersama anak-anak pun telah dirancang matang. Tapi, hati-hati, sakit tidak kenal waktu libur.

Bila anak tiba-tiba terserang penyakit, bisa jadi rencana liburan berantakan. Rugi, kan? Apalagi, jika virus yang menyerang anak cukup ganas. Seperti, hingga dapat menyebabkan anak mengalami demam tifoid . Alih-alih, biaya liburan dapat berubah jadi biaya ke dokter atau bahkan rumah sakit.

Nah, agar anak kebal penyakit dan tidak rentan terserang virus, ada beberapa cara yang bisa di lakukan, di antaranya:

1. Cegah penularan virus dengan cuci tangan

Sebagai anggota tubuh yang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda di sekitar anak, tangan juga bisa menjadi perantara penularan berbagai penyakit. Mencuci tangan secara teratur dan benar adalah salah satu cara paling sederhana dan efektif mencegah penularan kuman dan bakteri.

Rajin-rajinlah mengajak anak mencuci tangan memakai sabun, terutama yang masih suka memasukkan tangan dan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Gunakan sabun antibakteri yang dapat mematikan kuman dari permukaan kulit.

2. Jaga pola makan sehat

Saat liburan, biasanya anak akan lebih aktif bergerak. Asupan gizi bagi anak aktif juga perlu dijaga. Sama seperti mobil yang memerlukan bensin, tubuh anak juga membutuhkan asupan energi sebelum mulai beraktivitas.

Pilih jenis makanan yang banyak mengandung karbohidrat sebagai sumber tenaga, seperti nasi, kentang, ubi, dan roti. Ditambah, protein hewani dan nabati serta serat agar anak dapatkan gizi seimbang. Setelah makan, jangan lupa minum air putih. Perlu diingat, anak-anak tidak boleh kekurangan cairan selama beraktivitas. Dan, agar daya tahan tubuhnya optimal, perbanyak asupan buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin A, C, D, E, omega 3 serta makanan sehat lainnya.

3. Pilih jajanan sehat

Tahukah Ma, sumber penularan penyakit bisa lewat air minum dan makanan yang tercemar kuman atau bakteri. Banyaknya jajanan tidak sehat di sekolah atau di rumah, membuat anak tidak menyadari adanya bakteri yang bisa menempel di jajanan.

Karena itu, ajarkan anak pandai-pandai pilih jajanan bersih dan sehat. Minta anak untuk melihat situasi sekitar, apakah banyak lalat yang hinggap di makanan. Jika berada di tempat kotor, otomatis akan banyak lalat yang datang dan menempel di makanan. Ini juga berbahaya buat kesehatan.

Selain itu, vaksinasi juga bisa jadi pilihan untuk mencegah anak terkena penyakit tertentu, salah satunya adalah vaksin demam tifoid. Salah satu keunggulan vaksin tifoid jenis polisakarida inaktivasi di antaranya adalah efektivitas yang baik untuk mencegah penyakit ini.

Layanan vaksin ini dapat diperoleh pada dokter anak dan dokter keluarga Anda. Vaksinasi bisa dilakukan pada anak usia 2 tahun keatas dan dewasa ini dapat diulang setiap 3 tahun.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)