Ini Dampak Buruk Bermain Playstation Setiap Hari

27 Maret 2016 Artikel Kesehatan


Zaman sekarang ini sudah banyak anak-anak yang jarang bermain permainan tradisional misalnya seperti main kelereng, karet ataupun layang-layang. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin modern membuat anak zaman sekarang tidak lagi bermain permainan tradisional seperti zaman dulu, anak-anak lebih memilih bermain game online ataupun bermain playstation. Memang ada efek positif ketika anak bermain playstation, anak-anak tidak kelayaban keluar rumah. Namun apakah Anda tahu resiko yang ditimbulkan akibat anak bermain playstation dalam waktu yang berjam-jam? Pastinya mereka kurang istirahat, mengganggu kesehatan mata dan pelajarannya pun akan terganggu akibat bermain playstation seharian. Dan yang lebih parahnya lagi jika mereka sudah kecanduan untuk bermain playstation.

Berikut dampak buruk bagi kesehatan yang diakibatkan karena sering bermain playstaion (PS):
1. Gangguan Mata


Memang tidak bisa dipungkiri yang namanya teknologi itu mengakibatkan radiasi langsung pada indra penglihatan kita ataupun yang lainnya. Dan terlalu lama bermain playstation otomatis akan membuat otot-otot yang ada pada mata kita akan menjadi keras dan lama-kelamaan akan menyebabkan gangguan pengelihatan

2. Gangguan kulit

Pasti belum banyak orang yang tahu ternyata bermain playstaion dalam waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan pada kulit yang disebut Hidradenitis. Gangguan pada kulit ini akan membuat kulit kita berwarna kemerahan dan akan memunculan bintik-bintik kecil di kulit.

Seorang dokter di Geneva University Hospital, Swiss pertama kali menemukan penyakit kulit pada pasien wanita yang berumur 12 tahun mengalami luka yang menyakitkan ditelapak tangannya. Dia mengungkapkan kalau gadis tersebut bermain playstation dalam waktu yang berjam-jam seharian dan terus melanjutkannya walaupun tangannya sudah luka. Penyakit ini terjadi disebabkan karena ketika memegang stik playstation tangannya selalu berkeringat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)