Ingin Konsumsi Ikan dengan Benar? Perhatikan Ini

28 Oktober 2013 Artikel Kesehatan


Siapa yang tak tahu kalau ikan memiliki kandungan dan gizi yang sangat baik baik tubuh. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, banyak ikan-ikan yang 'dipalsukan' oleh kalangan yang tak bertanggung jawab. Padahal kualitas ikan ditentukan oleh kesegarannya. Ikan yang segar mengandung gizi tinggi dan layak dikonsumsi oleh kita.

Maka dari itu, sebelum memutuskan membeli, pastikan dulu ikan dalam kondisi yang baik. Lalu, bagaimanakah cara memilih ikan yang segar?

Perhatikan kondisi mata pada ikan, bentuk mata yang penuh, lembap, terang dan menonjol mengindikasikan ikan tersebut segar. Sebaliknya, kondisi mata ikan yang kusam, kering,layu atau cekung memantulkan ikan yang tidak layak dikonsumsi.

Kemudian, tengok bentuk insang ikan. Insang yang bersih, merah dan terang, tanpa tanda abu-abu atau noda kotoran, menandakan kualitas ikan yang baik. Selanjutnya, sentuhlah badan dan bagian perut ikan, bila setelah ditekan atau dipencet langsung kembali seperti semula, yakni halus dan agak kaku, tidak lembek, terkulai atau bengkak. Berarti, ikan tersebut aman untuk Anda beli.

Jangan lupa memeriksa kondisi kulit atau sisik ikan. Kulit ikan harus cerah dan lembap jika dipegang, tidak kering atau kasar. Segala ciri-ciri dan warna alamiahnya pastikan tidak tampak suram. Misalnya, ikan belanak merah dan kakap harus berwarna merah muda terang, ikan salmon berwana perak berkilau.

Dan ikan segar biasanya memiliki aroma laut yang segar, tidak terlalu berbau ikan. Aroma yang terlalu tajam bisa menunjukkan adanya bakteri penyebab penyakit.

Kunci kelezatan sajian ikan adalah ada pada kesegaran ikan itu sendiri. Jika tidak segar, cita rasa masakan pun akan kacau balau. Dikarenakan ikan termasuk bahan makanan yang lembut untuk dimasak, maka kualitas ikan harus dalam kondisi terbaik.

Daging ikan dikenal sangat rapuh, hingga perlu penanganan yang hati-hati. Sebisa mungkin pilih yang paling segar dan pastikan keadaannya benar-benar bersih sebelum dimasak. Dan disarankan, jangan memasak ikan terlalu lama, selain agar daging tetap memiliki citarasa yang manis, trik ini juga mencegah kadar protein mengalami penyusutan atau hilang.

Ikan juga lebih cepat busuk dibandingkan dengan lauk lainnya, jadi ikan yang dibeli harus dimasak pada hari yang sama, atau sesegera mungkin. Jika ikan akan disimpan, sebaiknya cuci terlebih dahulu, bungkus dengan plastik pembungkus makanan dan simpan di bagian paling dingin dalam lemari es atau freezee. Hal lain yang perlu diingat adalah ikan utuh akan bertahan lebih lama, jika dibuang isi perutnya terlebih dahulu.

Sekarang ini, ikan bisa langsung dibekukan begitu ditangkap dan dinaikkan ke kapal. Dengan demikian, antara segar dan beku sebenarnya memiliki nutrisi yang sama. Bahkan, tekstur dan rasanya juga masih sama. Tak masalah jika Anda membeli fillet ikan beku di bagian freezer di supermarket. Pastikan saja tanggal kedaluarsanya, dan tidak menunggu untuk memasaknya sampai menjelang tanggal kedaluarsa. Lebih baik Anda langsung memasaknya segera setelah membeli. Yang perlu Anda hindari adalah membeli produk ikan yang sudah diproses, yang sudah dilapisi saus dan remahan apa pun yang berkalori tinggi.

Jadi, perhatikanlah ikan tersebut saat membeli untuk dihidangkan dan dijadikan sebagai lauk yang lezat dan bergizi.

(Dikutip dari berbagai sumber)