Mitos Urban: Hasil Test Kehamilan dan Seputar USG -Bagian II

7 Mei 2014 Ibu dan Anak   |    dr. Ivander Utama, F.MAS, SpOG.


USG Dimana Saja Sama
Ini adalah komentar yang sering disampaikan oleh para bumil yang tidak kontrol ke dokter spesialis kandungan. Memang semua orang bisa memiliki alat USG asal punya uang, sama seperti semua orang bisa beli laptop atau telepon seluler. Tapi tidak semua orang bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan penggunaan alat tersebut untuk kebaikan pasiennya.

Alat USG memiliki berbagai harga dan kualitas, mulai dari yang harganya mahal, sampai yang harganya murah. Kalau yang harganya mahal, tentu saja kualitas gambar yang dihasilkan lebih baik sehingga ketelitian pemeriksaan lebih tinggi. Kalau harganya lebih murah, pasti ada keterbatasan.

Demikian juga pemeriksaan yang dilakukan. Pemeriksaan USG sangat bermanfaat untuk mendeteksi faktor-faktor resiko yang dapat membahayakan ibu dan bayi, baik selama kehamilan maupun persalinan. Pemeriksaan USG bukan untuk menilai berat badan, jenis kelamin dan posisi bayi saja. Dalam setiap tahap kehamilan, ada hal-hal tertentu yang harus kita observasi lebih erat. Misalnya melihat tengkuk bayi pada kehamilan 10-14 minggu untuk mendiagnosis down syndrome, melihat struktur kepala dan tulang punggung bayi pada trimester awal, melihat lokasi perlekatan plasenta untuk mengetahui ada tidaknya plasenta previa, dan lain-lain.

Pemeriksaan USG merupakan pemeriksaan yang dapat memberikan banyak manfaat klinis, namun itu semua tergantung siapa yang melakukan pemeriksaan. Meskipun memang pemeriksaan dengan USG tidak 100% akurat, namun bagaimanapun tetap memberikan peluang untuk mengantisipasi faktor resiko yang dihadapi.

Untuk bumil, Anda dapat menyimpulkan sendiri bahwa pemakaian USG dimana saja belum tentu sama. Mudah-mudahan Anda tidak salah pilih.

USG Paling Bagus Yang 4D
Masih tentang USG, saat ini orang pasti menanyakan mengenai USG 4D. Semua beranggapan bahwa USG 4D adalah yang terbaik karena merupakan "barang baru". Kadang malahan ada pasien yang tidak mau diperiksa kalau USGnya bukan USG 4D.

Pernyataan tersebut tentunya kurang tepat. USG memiliki beberapa generasi, yaitu: USG 2D, USG 2D + Color Dopler, USG 3D dan USG 4D. Apa saja perbedaannya? Kenapa pasien lebih senang kalau USG 4D?

USG 2D merupakan jenis USG tradisional yang biasa dilakukan sehari-hari. USG 2D memberikan gambaran hitam putih, dimana struktur yang memantulkan gelombang suara lebih banyak akan berwarna lebih putih, sedangkan struktur yang menyerap sebagian gelombang suara akan berwarna lebih gelap. Contohnya: tulang akan berwarna putih, sedangkan air ketuban akan berwarna hitam. USG 2D digunakan untuk menilai ukuran dan berat badan bayi, jenis kelamin, jumlah cairan ketuban, lilitan tali pusat, letak plasenta, dll. Saat seorang dokter kandungan melakukan USG, perhatikan bahwa sebagian besar pemeriksaan dilakukan dalam bentuk USG 2D.

USG 2D kemudian berkembang menjadi USG 2D + Color Dopler. Dimana pemeriksaan Color dopler merupakan pemeriksaan tingkat lanjut untuk melihat sirkulasi darah, baik di tali pusat, jantung, maupun otak. Dengan adanya pemeriksaan ini, maka dokter akan bisa melihat apakah ada gangguan aliran darah atau hambatan aliran darah yang berpotensi menimbulkan bahaya pada bayi. Gambaran color dopler muncul sebagai bercak-bercak warna merah dan biru yang berkelap kelip di layar monitor.

Selanjutnya adalah USG 3D, adalah USG 2D namun dengan dilengkapi dengan software khusus. Software tersebut membuat pemeriksa dapat mengambil suatu gambar dengan USG 2D lau dengan software tersebut akan diolah menjadi gambar permukaan struktur yang di-USG tersebut, misalnya wajah, tangan, kaki, dll. Perbedaan dengan 4D adalah, USG 4D memungkinkan pengolahan gambar dengan software tersebut berlangsung real time, sehingga bumil bisa melihat ketika tangan bayinya melambai atau saat bayinya membuka mulut.

Bila Anda ingin tahu mana yang lebih baik, maka pemeriksaan yang dapat memberikan nilai klinis maksimal adalah pemeriksaan USG 2D + color dopler. Dengan pemeriksaan ini, kita bisa menilai kondisi bayi dengan faktor resikonya secara lebih jelas. Sedangkan USG 4D lebih untuk menunjukkan bentuk dari bayi Anda.

Jadi untuk para bumil, jangan terjebak dengan mitos USG 4D lebih baik.

Semoga bermanfaat.

(Penulis adalah Dokter Spesialis Obstetri dan Kandungan di RSIA Bunda Menteng dan RSB Citra Ananda)
Artikel dan tulisan lainnya dapat dilihat di www.kompasiana.com/ivanderutama