Meningkatkan Keberhasilan Persalinan Normal

19 Mei 2014 Ibu dan Anak   |    dr. Ivander Utama, F.MAS, SpOG.


Dear Bunda,

Bumil dan Para Suami...
Ada beberapa pertanyaan yang sebelumnya ingin saya sampaikan.

"Sudah siap gak bund untuk menghadapi persalinan dan kontraksinya?"

"Apakah bunda mengetahui tanda-tanda persalinan?"

"Apakah bunda yakin bayi Anda dalam kondisi sehat saat ini?"

"Atau apakah bunda tahu tanda-tanda yang harus diwaspadai dalam kehamilan?"

Sebagian besar bumil biasanya bingung menjawab pertanyaan ini. Setiap bumil pasti mengharapkan untuk kehamilannya berlangsung aman dan lancar sampai memasuki persalinan. Tapi seringkali, bumil tidak siap untuk menghadapi proses persalinan itu sendiri.

Pengalaman saya: Saat menghadapi proses persalinan, banyak bumil merasa bingung dan takut. Perasaan tersebut selama persalinan akan meningkatkan sensasi nyeri dalam persalinan. Akibatnya apa? Akhirnya rasa bingung dan takut membuat bumil enggan untuk melanjutkan proses persalinan yang bisa berlangsung 12 jam lebih dan pada akhirnya memilih sesar.

Rasa bingung dan takut membuat bumil tidak siap menghadapi persalinan. Akhirnya saat kontraksi timbul, maka kontraksi akan direspon dengan panik. Padahal, ketakutan dan panik berdampak buruk dan membuat kontraksi rahim tidak terkoordinasi sehingga proses persalinan lebih lama dan terasa lebih nyeri.

Persalinan adalah proses normal pada semua manusia. Namun saat rasa takut dan bingung timbul, maka proses tersebut bisa berubah. Rasa bingung dan takut timbul karena ketidaktahuan dan tidak percaya diri.

Tidak percaya diri akan kemampuan diri sendiri dalam menghadapi persalinan dan ketidaktahuan akan proses luar biasa yang terjadi pada tubuh bumil selama persalinan. Proses luar biasa yang akan membuat bumil semakin dekat dengan adik bayi dan harus dihadapi dengan suka hati karena setiap kontraksi adalah tanda bahwa adik sedang menyongsong bunda.

Pengalaman menghadapi bumil yang panik dan ketakutan membuat saya selalu mendorong bumil dan pasangannya untuk mencari tahu dan berperan aktif dalam menghadapi persalinan. Salah satunya adalah dengan mengikuti Maternity Class. Dimana pada Maternity Class, selain diberi ilmu maka bumil dan suami akan dilatih juga (simulasi) menghadapi persalinan.

Harapan saya adalah setiap bumil dapat menghadapi persalinan dengan percaya diri dan tanpa panik serta kebingungan karena sudah dibekali dan gladiresik sebelumnya.

Semoga mencerahkan bunda dan para suami.

(Penulis adalah Dokter Spesialis Obstetri dan Kandungan di RSIA Bunda Menteng dan RSB Citra Ananda)
Artikel dan tulisan lainnya dapat dilihat di www.kompasiana.com/ivanderutama)