Mengatasi Nyeri Bersalin -Bagian I

30 April 2014 Ibu dan Anak   |    dr. Ivander Utama, F.MAS, SpOG.


Rasa nyeri dalam persalinan telah dianggap wajar. Bahkan beberapa orang mengatakan bahwa hal itu melambangkan pengorbanan ibu dalam melahirkan seorang anak. Banyak usaha dilakukan untuk mengatasi nyeri ini dan bahkan beberapa ibu berusaha menghindari rasa nyeri dalam persalinan normal dengan berusaha melahirkan dengan cara sesar (cesarean section).

Darimana rasa nyeri dalam persalinan timbul? Rasa nyeri timbul akibat adanya kontraksi dari rahim. Ada tiga macam kontraksi rahim dalam proses persalinan, yaitu: kontraksi akibat pembukaan jalan lahir, kontraksi yang akibat usaha rahim untuk mengeluarkan bayi dan kontraksi rahim untuk mengeluarkan plasenta. Rasa nyeri akan dirasakan paling berat saat berusaha mengeluarkan bayi dari rahim karena saat ini kontraksi yang terjadi diikuti dengan peregangan dari otot - otot dan jaringan lunak dasar panggul karena dilalui oleh bayi.

Seluruh organ tubuh, termasuk otot-otot rahim dalam keadaan istirahat sekalipun membutuhkan oksigen. Oksigen tersebut diantarkan menuju jaringan otot melalui pembuluh-pembuluh darah. Saat terjadi kontraksi, maka otot-otot tersebut membutuhkan lebih banyak oksigen, namun karena kebutuhan ini tidak terpenuhi maka timbullah suatu keadaan kekurangan oksigen (ischemia) pada jaringan otot tersebut. Keadaan inilah yang menimbulkan rasa sakit pada saat kontraksi. Teori lain menyatakan bahwa rasa nyeri timbul akibat penekanan kumpulan serabut saraf di dasar panggul oleh bagian terbawah dari bayi. Rasa sakit yang timbul dalam keadaan ini adalah normal terjadi pada persalinan.

Namun timbul juga pemikiran apakah rasa nyeri dipengaruhi oleh rasa takut ibu dalam persalinan ataukah rasa takut ibu mempengaruhi rasa nyeri selama bersalin. Disimpulkan bahwa rasa takut akan mempengaruhi rasa nyeri selama persalinan, berikut adalah teorinya. Rasa takut akan menimbulkan suatu keadaan waspada (alert) dimana secara alami tubuh dipersiapkan untuk keadaan fly and fight, yaitu suatu keadaan untuk menghadapi bahaya baik dengan cara menghindar maupun menghadapinya. Keadaan ini secara fisiologis akan meningkatkan aliran darah menuju organ-organ yang dianggap penting untuk keadaan fly and fight seperti otak dan otot-otot kaki dan tangan.

Pada otak, akan terjadi peningkatan kepekaan panca indera kita termasuk indera perasa, hal ini membuat rasa nyeri akibat kontraksi rahim semakin diperkuat. Selain itu akibat adanya peningkatan aliran darah menuju organ-organ lain, maka rahim yang saat bersalin membutuhkan banyak oksigen melalui pembuluh darah akan semakin kekurangan oksigen karena kurangnya aliran darah yang menuju otot-otot rahim. Hal ini akan memperburuk keadaan iskemia pada otot rahim sehingga rasa nyeri akan bertambah hebat. Selain itu rasa takut ibu juga akan mengakibatkan elastisitas pada otot-otot dasar panggul berkurang sehingga otot-otot tersebut menjadi kaku. Akibatnya, rahim akan berkontraksi lebih kuat untuk mendorong bayi melalui jalan lahir yang kaku ini.

Beberapa penelitian yang dilakukan oleh Julia Ann Kish tahun 2003 menyatakan bahwa banyak penelitian yang menunjukkan bahwa nyeri ditimbulkan karena rasa takut ibu terhadap persalinan. Rasa takut ini dapat timbul karena adanya persepsi akan rasa nyeri yang berlebihan akibat sering mendengar atau melihat proses persalinan yang tidak menyenangkan. Selain itu rasa takut juga timbul akibat suasana di dalam kamar bersalin, pendamping yang tidak bisa hadir, adanya ketakutan akan masa depan yang tidak pasti, dan banyak hal lainnya. Bukan itu saja, rasa takut juga timbul akibat ketidak tahuan akan proses yang sedang terjadi pada ibu hamil saat persalinan sedang terjadi. Lalu rasa takut juga sering timbul akibat banyak mitos seputar kehamilan dan persalinan yang diceritakan oleh orang-orang disekitar. Dengan memahami proses kehamilan dan persalinan, maka seorang wanita akan lebih percaya diri dalam menghadapi proses kehamilan dan kehamilan.

Untuk memahami proses kehamilan dan persalinan maka ibu hamil dan pasangan dapat mengumpulkan informasi di internet atau mengikuti Maternity Class. Ada 6 penelitian antara tahun 1983 hingga 1999 yang menyatakan bahwa seorang ibu yang percaya diri dalam menghadapi persalinannya akan menerima lebih sedikit rasa sakit. Julia Ann Kish juga menyatakan terdapat 5 penelitian antara tahun 1981 - 1999 yang menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi rasa nyeri pada persalinan, yaitu: pengetahuan ibu, prenatal care (kontrol kehamilan), dukungan emosional dari orang terdekat maupun sesama ibu hamil, pengalaman dari persalinan sebelum dan metode relaksasi yang dipelajari.

Dalam dunia kedokteran telah banyak hal yang dilakukan untuk mencegah rasa sakit diantaranya adalah menggunakan obat-obatan anestesi dan analgesia. Obat-obatan ini dapat diberikan melalui inhalasi gas anestesi, suntikan pada jalan lahir, melalui pembuluh darah atau melalui tulang belakang. Pemberian obat-obatan ini dapat memiliki efek samping pada ibu dan janin. Pemberian obat-obatan ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran ibu, hilangnya ingatan ibu selama persalinan sehingga saat efek obat hilang maka ibu tidak ingat bahwa ia pernah mengalami sakit. Beberapa obat anti nyeri juga dapat diberikan melalui tulang punggung oleh ahli anestesi sehingga menimbulkan efek baal dari pinggang ke bawah, namun kadang disertai dengan berkurangnya kekuatan kontraksi rahim, gangguan pada janin, dll. Selain itu pemberian obat ini dapat berdampak pada proses persalinan seperti kekuatan mengejan ibu yang berkurang hingga memanjangnya periode bayi untuk mulai bernafas. Kadang-kadang setelah pemberian obat-obatan inipun seorang ibu masih dapat merasakan nyeri yang dipengaruhi oleh faktor psikis ibu.

Selain metode medis diatas, ada juga beberapa metode lain yang pada awalnya bukanlah suatu metode kedokteran namun berdasarkan penelitian yang ada akhirnya diakui oleh sebagian dunia medis.

Bersambung ...

(Penulis adalah Dokter Spesialis Obstetri dan Kandungan di RSIA Bunda Menteng dan RSB Citra Ananda)
Artikel dan tulisan lainnya dapat dilihat di www.kompasiana.com/ivanderutama