Demam dalam Kehamilan

26 April 2016 Ibu dan Anak   |    dr. Ivander Utama, F.MAS, SpOG.


Banyak ibu hamil yang menganggap demam adalah kondisi yang biasa dan wajar saja saat sedang hamil. Banyak juga yang menganggap bahwa demam akan hilang dan sembuh dengan sendirinya.

Namun demam sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu tanda atau gejala yang disebabkan oleh penyakit. Demam dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari hormon akibat kehamilan, infeksi virus, infeksi bakteri dan kekurangan cairan.

Pengobatan dari demam sendiri sangat tergantung dari penyebabnya. Untuk di Indonesia sendiri harus diperhatikan bahwa salah satu penyebab demam yang sering terjadi adalah infeksi virus dan infeksi virus demam berdarah.

Namun apapun juga penyebabnya, demam dalam kehamilan berpotensi membahayakan bayi dalam kandungan, yaitu sebagai berikut:

  • Meningkatkan resiko kematian janin, semakin tinggi dan lama demam yang dialami maka resikonya akan semakin tinggi juga.
  • Meningkatkan denyut jantung bayi, membuat bayi berada dalam keadaan tachyaritmia dan meningkatkan resiko terjadinya gawat janin.
  • Demam dalam kehamilan dapat merusak janin, terutama sel-sel otak janin. Dampaknya sangat bervariasi, mulai dari celebral palsy sampai kematian janin.
  • Demam dalam kehamilan meningkatkan resiko autis pada bayi setelah dilahirkan


Oleh karena itu, segera kunjungi dokter kandungan, saat Anda merasakan demam. Juga selalu siapkan alat pengukur suhu dirumah, sehingga setiap demam dapat melakukan pengukuran suhu sendiri dirumah.

(Penulis adalah seorang Obstetrician-Gynecologist @RSIA Bunda Menteng, @RSB Citra Ananda & @RSU Gandaria)
IG: ivanderutama / @ivanderutama / www.youtube.com/user/drivanderutama