Agar Langsing Setelah Melahirkan, Ikuti Tips Berikut (Bag II)

14 Desember 2015 Ibu dan Anak   |    dr. Ivander Utama, F.MAS, SpOG.


Bagian I bisa dibaca di sini...

Memang saat hamil, bumil tidak disarankan untuk membatasi asupan nutrisi dengan berdiet. Namun yang selalu saya sarankan pada pasien adalah menaikkan berat badan secara terkendali, dengan cara merubah pola makan dan gaya hidup. Mengkonsumsi diet tinggi serat dan kaya protein, seperti sayur, buah dan kacang-kacangan merupakan prioritas utama dalam diet setiap hari. Karbohidrat kompleks seperti beras merah, oatmeal merupakan alternatif yang lebih baik daripada beras putih dan processed food lainnya. Selama hamil bumil hanya memerlukan tambahan asupan gizi sebanyak 200 - 300 kalori saja atau setara dengan sepiring nasi. Oleh karena itu, tidak perlu makan berlebihan, apalagi makanan manis. Makanan yang berkualitas seperti sayur dan buah-buahan dalam porsi besar lebih baik daripada makan makanan manis dan softdrink. Dengan mengendalikan kenaikkan berat badan pada saat hamil, maka diharapkan pada saat persalinan telah selesai, maka kelebihan berat badan tidaklah terlalu banyak dan akan memudahkan tubuh untuk kembali ke berat badan sebelum hamil.

3. Batasi konsumsi garam selama hamil dan pasca persalinan

Selain kenaikan berat badan terkendali, hal lain yang perlu diperhatikan adalah konsumsi garam. Konsumsi garam (sodium) berlebih akan meningkatkan berat badan secara cepat. Hal ini terjadi karena sodium bersifat hidrofilik, atau menarik cairan. Secara normal, tubuh bumil memang memiliki kandungan cairan di jaringan tubuh yang lebih tinggi daripada saat tidak hamil. Namun konsumsi sodium berlebihan akan membuat tubuh bumil menjadi lebih banyak menahan cairan, sehingga kenaikkan berat badan akan lebih cepat. Seringkali kita tidak sadar bahwa, sodium bukan saja terdapat pada garam dapur, melainkan pada banyak makanan dengan pengawet (contoh: Sodium bikarbonat, Natrium benzoat), juga pada kecap (meskipun rasanya manis, namun kecap banyak mengandung sodium), penyedap rasa (MSG / Monosodium glutamat) dan banyak makanan lainnya.

Kelebihan cairan pada saat hamil akan tersebut akan dibuang dalam minggu-minggu pertama pasca salin dalam bentuk air seni. Proses ini akan membuat tubuh anda kehilangan lebih banyak berat badan, namun konsumsi garam berlebihan akan membuat proses ini terhambat.

4. Hindari camilan tidak sehat

Selalu membawa camilan sehat selama di kantor, seperti buah anggur, pisang rebus, potongan apel,dll. Hindari godaan camilan yang tidak sehat seperti potato chips, baso, biskuit, gorengan, dll, yang sering ditawarkan oleh rekan sekerja anda. Pada coffee break, konsumsi kopi rendah caffeine masih diperbolehkan. Konsumsi harian caffeine untuk bumil tidak diperbolehkan melebihi 200mg caffeine, atau setara dengan satu cangkir kopi. Namun untuk para bumil yang kebetulan sensitif terhadap caffeine, mengganti caffeine dengan teh hangat lebih baik.

5. Aktifitas Selama Kehamilan

Aktifitas yang biasa dilakukan selama tidak hamil dapat terus dilangsungkan selama hamil. Selama aktifitas tidak beresiko menimbulkan trauma pada bayi yang dikandung, baik trauma fisik, trauma toksik, maupun auditorik. Selama hamil bumil dituntut untuk tetap aktif, baik saat kerja di kantor, maupun untuk bumil yang merupakan ibu rumah tangga. Bila anda kerja di kantor, hindari aktifitas duduk terlalu lama,usahakan untuk mengambil kesempatan untuk berjalan-jalan setiap 30 menit. Tujuannya adalah mencegah kaki bengkak, melemaskan otot-otot dan mencegah terbentuknya bekuan darah dan varises. Dengan tetap aktif selama hamil maka tubuh anda akan memiliki kontrol metabolisme yang lebih baik, dan mengendalikan kenaikkan berat badan.

6. Pasca Persalinan

ASI eksklusif atau breastfeeding, akan membuat tubuh anda lebih cepat langsing. Hal ini terjadi karena dengan memberikan payudara anda untuk menyusui, tubuh akan membakar 400 kalori lebih banyak daripada bila anda tidak menyusui. Ingat, bahwa manfaat maksimal akan diperoleh bila anda memberikan payudara anda untuk menyusui, bukan memompa ASI dan memberikannya kepada bayi melalui botol. Menyusuilah sambil berdiri atau berjalan-jalan.

Banyak minum, karena selama menyusui maka tubuh anda memerlukan lebih banyak cairan juga. Dengan semakin banyak produksi ASI anda, maka anda semakin banyak dan lama meyusui sehingga semakin banyak pula kalori yang digunakan.

Konsumsi sayur dan buah-buahan sangat penting. Disamping mengandung banyak air untuk produksi susu anda, serat di dalam sayur dan buah-buahan juga akan membuat anda kenyang lebih lama dan BAB lebih mudah.

Olahraga dan latihan pasca salin, memiliki aturan yang sama dengan saat hamil. Minggu-minggu pertama pasca salin bukanlah waktunya untuk melakukan olah raga berat. Olah raga ringan seperti menggendong bayi sambil berjalan-jalan dan berjemur di pagi hari adalah kegiatan ringan yang sangat membantu memulihkan tubuh anda dari proses persalinan.

Cukup istirahat, akan membuat tubuh anda memproduksi lebih sedikit kortisol dan hormon stress lainnya yang sangat penting dalam menyebabkan obesitas. Usahakan untuk tidur diwaktu bayi anda tidur, dan saat malam hari untuk bergantian dengan pasangan untuk menjaga bayi.

Menggunakan popok daripada pampers, adalah hal mudah untuk menambah aktifitas anda. Dengan menggunakan popok, maka anda memiliki aktifitas tambahan untuk mengganti, mencuci, menjemur dan merapikan popok bayi. Kecuali anda menggunakan jasa binatu atau pembantu rumah tangga, maka anda memiliki kesempatan untuk menambahkan aktifitas pasca persalinan yang membantu anda membakar lebih banyak kalori.

Beri tubuh anda waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang baru. Jangan berharap seperti artis yang segera langsing pasca persalinan. Tubuh memerlukan waktu hingga 6 bulan untuk kembali ke bentuk semula. Kadang tubuh masih akan menyisakan berat antara 1,5-2 Kg, hal tersebut adalah normal. Waktu bagi rahim untuk kembali normal adalah 4 minggu, jadi untuk minggu pertama pasca salin, jangan heran bila perut anda masih agak membuncit.

Menjadi langsing setelah melahirkan adalah kebutuhan setiap wanita. Ada banyak cara untuk menjadi langsing, namun pastikan anda memilih cara yang baik dan sehat. Hindari obat-obatan pelangsing, diet ketat dan olah raga berlebihan. Semoga bermanfaat....

(Penulis adalah seorang Obstetrician-Gynecologist @RSIA Bunda Menteng, @RSB Citra Ananda & @RSU Gandaria)
www.youtube.com/user/drivanderutama /IG: ivanderutama / @ivanderutama