Ibu Bekerja, Anak Berisiko Obesitas

2 November 2011 Artikel Kesehatan


Penelitian terbaru para ahli dari American University Washington, DC, mengungkapkan bahwa status ibu yang bekerja dapat mempengaruhi berat badan anak.
Seperti yang dilaporkan dalam jurnal kesehatan Child Development, hasil riset mengindikaskan bahwa semakin lama seorang ibu bekerja, semakin tinggi kemungkinan anaknya mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Dr Taryn Morrissey dan rekan-rekannya menganalisis data penelitian pemerintah pada tahun 1991 terhadap lebih dari 1.000 anak usia dini berusia 15 tahun. Penelitian juga melibatkan wawancara keluarga terkait kehidupan sehari-hari mereka dan mengukur index massa tubuh (BMI) anak, tetapi tidak melakukan penyelidikan diet keluarga atau kebiasaan makan.

Para peneliti mengungkapkan, kenaikan berat badan anak ada hubungannya dengan ketergantungan mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) ketimbang ketersediaan makanan sehat. "Ini bukan karena ibu bekerja, tetapi lingkungan. Perlu ada peningkatan akses makanan sehat," kata Morrissey.

Para peneliti mengatakan, mereka telah menemukan adanya pengaruh antara ibu yang bekerja dengan peningkatan berat badan atau obesitas pada anak, namun hal ini tidak selalu menjadi penyebab langsung.

Faktor-faktor lain seperti lamanya waktu menonton televisi, rendahnya tingkat aktivitas fisik, dan pengawasan orangtua dapat menjelaskan hubungan antara ibu yang bekerja dan risiko anak mengalami obesitas.

Diketahui bahwa sekitar tiga perempat ibu-ibu yang dilibatkan dalam penelitian ini merupakan pekerja. Mereka bekerja rata-rata selama 27 jam per minggu ketika anak-anak mereka masih duduk di kelas tiga (sekitar 8-9 tahun).

Sumber: kompas.com