Hati-Hati! Ini Dampak Kabut Asap untuk Kesehatan

1 Oktober 2015 Artikel Kesehatan


Kebakaran hutan sepertinya sudah menjadi agenda tahunan bencana yang melanda Indonesia. Banyak yang beranggapan bahwa kebakaran hutan adalah karena kemarau yang panjang. Padahal, usaha manusia untuk membuka lahan pertanian baru untuk meraup keuntunganlah yang menjadi penyebab utamanya. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan baru-baru ini sudah dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan serta merugikan. Bukan hanya merugikan lingkungan, namun kabut asap ini sangat merugikan kesehatan tubuh, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Tjandra Yoga Aditama, Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI yang juga sekaligus sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan, bahwa gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kabut asap ini lebih mudah terjadi pada orang-orang yang menderita gangguan terhadap paru, jantung, lansia serta anak-anak.

Bahkan dampak langsung yang memang akan di rasakan oleh tubuh yaitu terjadinya infeksi paru terhadap saluran pernapasan. Kabut asap yang sudah lama terjadi ini juga bisa menyebabkan iritasi lokal terhadap selaput lendir di bagian hidung, mulut juga tenggorokan. Bahkan bisa menyebabkan reaksi alergi, peradangan, sampai infeksi terhadap saluran pernapasan akut atau ISPA, dan gangguan yang paling berat yaitu menjadi pneumonia.

Kemampuan paru-paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi juga berkurang sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi. ISPA akan jauh lebih mudah terjadi dikarenakan adanya ketidakseimbangan antara daya tahan tubuh, pola bakteri atau bahkan virus, serta buruknya lingkungan sekitar.

Bukan hanya infeksi terhadap pernapasan, namun masih banyak dampak lain dari kabut asap ini, diantaranya yaitu gangguan iritasi terhadap mata serta kulit yang diakibatkan oleh kontak langsung dengan asap kebakaran hutan. Dimulai dari perasaan gatal, mata yang berair, peradangan, serta terjadinya infeksi yang memberat.

Bagi orang-orang yang menderita penyakit asma serta beberapa jenis penyakit paru kronis lainnya, seperti bronkitis kronik, serta PPOK akan memburuk jika asap terhirup kedalam paru. Kemampuan dalam bekerja juga akan terus berkurang seiring berjalannya waktu, bahkan orang-orang akan merasa mudah lelah serta akan mengalami kesulitan dalam bernapas.

Berbagai penyakit kronik di berbagai organ tubuh, seperti jantung, hati, ginjal juga dapat saja memburuk. Sebab, dampak tidak langsung kabut asap dapat menurunkan daya tahan tubuh dan juga menimbulkan stres. Bukan hanya itu, bahkan secara tidak langsung kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan ini juga bisa mencemari sejumlah sumber air bersih. Dan jika di konsumsi, maka bisa mengganggu saluran pencernaan.

Bukan hanya itu, kabut asap yang terjadi juga bisa mencemari buah-buhan serta sayuran juga beberapa tanaman. Oleh karena itu, sebelum mengkonsumsinya, kita dianjurkan untuk mencucinya hingga bersih. Guna mencegah efek buruk tersebut, dihimbau seluruh masyarakat yang memang memiliki penyakit kronis serta gangguan terhadap sistem pernapasan guna mengurangi intensitas keluar rumah. Bahkan ketika keluar rumah, masyarakat di anjurkan untuk menggunakan masker yang baik. Dan jangan lupa untuk menerapkan pola hidup yang bersih juga sehat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)