Hati-Hati! Ini Bahaya yang Mengintai Si Perut Buncit

10 November 2017 Artikel Kesehatan


Perut buncit adalah istilah untuk menggambarkan lemak berlebih yang terdapat di perut. Banyak yang merasa stres ketika perutnya sudah tak enak dipandang alias buncit. Hal itu tidak mengherankan karena perut buncit bukan hanya kerap menjadi ledekan orang, namun juga memiliki resiko terhadap beberapa penyakit berbahaya seperti jantung, diabetes, kanker, dan lainnya.

Perut buncit atau banyak juga dikenal dengan istilah obesitas sentral (central obesity) ialah akumulasi lemak di perut yang mengakibatkan ukuran perut meningkat. Lemak dalam tubuh ada dua jenis yakni lemak subkutan dan lemak visceral. Lemak subkutan merupakan lapisan lemak yang tepat di bawah kulit. Selain itu, ada juga lemak visceral yang juga disebut dengan lemak intra abdominal yang tertimbun di bawah otot dan mengelilingi organ vital termasuk di dalam perut buncit. Lemak tersebut kemudian akan dimetabolisme di hati dan akan diubah menjadi kolesterol darah sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Adapun yang menjadi penyebab menumpuknya lemak di perut meliputi: Kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak dan berkalori tinggi, faktor genetik, kurangnya berolaharaga dan mengonsumsi lemak jenuh secara berlebih.

Beberapa penyakit yang diakibatkan oleh perut buncit (obesitas sentral):
1. Diabetes tipe 2

Data menunjukkan bahwa lebih dari 80% penderita diabetes mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Adanya kenaikan berat badan sebanyak 5-10 kg dari berat badan sehat akan meningkatkan resiko terkena diabetes tipe 2 sebesar dua kali lipat dibandingkan orang yang normal.

2. Jantung
Orang yang obesitas memang memiliki resiko sangat tinggi terhadap serangan jantung, kematian mendadak, gagal jantung, ataupun nyeri dada. Begitu pula kenyataan bahwa obesitas sangat erat kaitannya dengan kadar trigliserida, penurunan kolesterol baik, dan juga tekanan darah tinggi.

3. Stroke
Obesitas juga kerap dianggap sebagai faktor resiko sekunder penyakit stroke. Penyempitan pembuluh darah merupakan kondisi yang mengawali banyak kasus stroke. Penyempitan pembuluh darah tersebut dipicu oleh tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kurang berolahraga dimana hal tersebut sangat erat kaitannya dengan obesitas.

4. Kanker
Obesitas juga dikaitkan dengan adanya peningkatan resiko beberapa jenis kanker seperti kanker usus besar, kanker empedu, kanker prostat, kanker ginjal, dan juga kanker payudara pasca-menopause. Dan jika Anda wanita yang mengalami kenaikan berat tubuh lebih dari 10 kg dari usia 18 tahun sampai paruh baya, Anda harus berhati-hati karena keadaan tersebut akan meningkatkan resiko kanker payudara pasca-menopause dua kali lipat dibandingkan wanita dengan berat badan stabil.

5. Kematian dini
Fakta ini harus menjadi perhatian bersama. Centers for Disease Control (CDC) menyebutkan bahwa sekitar 300.000 kematian per tahun di AS diperkirakan terjadi karena disebabkan oleh obesitas. Orang yang menderita obesitas memiliki resiko kematian dini 50-100% dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal.

Sebelum anda mengalami obesitas yang sangat tinggi resiko penyakitnya, alangkah baiknya mencegahnya sebelum terlambat. Oleh sebab itu, untuk meminimalisir adanya penumpukan lemak di perut, anda dianjurkan untuk melakukan pencegahan. Berolahraga dan mengatur pola makan sehat harus menjadi prioritas anda. Tubuh yang sehat merupakan kebanggaan dan kebahagian anda yang sangat mahal harganya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)