Hati Hati, 4 Bahan Kimia Ini Ada dalam Jajanan Sekitar Kita!

15 Januari 2015 Artikel Kesehatan


Jajanan ringan, baik di sekolah maupun di sekitar rumah, pasti membuat kita ngiler, apalagi bagi anak - anak. Mulai dari jajanan pasar seperti gorengan dan kue ringan, hingga jajanan di sekolah seperti macaroni pedas, lidi, dan cilok.

Namun, banyak sekali penjual nakal yang menggunakan bahan berbahaya dalam pembuatan makanannya. Sebagai seorang dewasa dan orang tua, kita perlu pintar memilih - milih jajanan yang baik untuk anak maupun diri kita sendiri.

Bahan berbahaya tersebut berupa bahan kimia yang dapat merusak fungsi organ tubuh. Apa saja bahan - bahan kimia tersebut?

1. Boraks

Boraks merupakan senyawa berbentuk kristal putih yang berfungsi sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, dan bahan antiseptik. Namun, senyawa ini disalahgunakan menjadi pengawet makanan. Boraks sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit dan mata, dan tertelan.

Akibat yang ditimbulkan mulai dari iritasi saluran pernapasan, iritasi kulit, sakit kepala, dan mual. Boraks juga bisa merusak ginjal, kegagalan sistem, hingga kematian bila dikonsumsi jangka panjang.

Makanan yang biasa menjadi sasaran penggunaan boraks antara lain mie, bakso, cilok, lontong, otak - otak, dan kerupuk. Pada mie, bakso, cilok, lontong dan otak-otak, boraks membuat teksturnya menjadi sangat kenyal, tidak lengket, serta tidak mudah putus. Sementara pada kerupuk, boraks membuatnya sangat renyah dan terasa getir di mulut

2. Formalin

Selain boraks, formalin juga disalahgunakan menjadi bahan pengawet makanan. Sifatnya antara lain bau yang tajam dan bila dilarutkan tidak berwarna. Formalin biasa digunakan sebagai bahan perekat kayu, bahan industry, dan yang paling mengerikan pengawet mayat.

Tak terbayang kan bila pengawet mayat ada dalam makanan yang Anda konsumsi. Lebih menyeramkan lagi, ika konsumsi formalin sebanyak 30 ml (tiga sendok makan) dapat menyebabkan kematian!

Oleh karena itu, cermat - cermat lah dalam membeli jajanan. Anda bisa mengenali ciri - ciri bahan makanan yang mengandung formalin.

Pada mie yang mengandung formalin sifatnya tidak lengket dan secara fisik terlihat lebih mengkilat. Penggunaan pada tahu menyebabkan tahu tak mudah hancur, sementara ikan dengan formalin biasanya dijauhi lalat. Anda juga bisa mendeteksinya dari bau, karena makanan dengan formalin akan mengeluarkan aroma khas bahan kimia.

3. Pewarna Tekstil

Sejak SD, kita sering diperingatkan bahwa jajanan yang diberi saus merah mengandung pewarna tekstil. Mungkin saat itu Anda tidak percaya, namun nyatanya hal itu benar. Pewarna tekstil yang biasa digunakan yaitu Rhodamin B. Tidak hanya pewarna, bahan - bahan lain yang digunakan untuk membuat saus merah itu tidak segar, seperti tomat, cabe, dan pepaya lama. Bila dikonsumsi dalam jangka panjang, akan meningkatkan risiko kanker hati, gangguan pencernaan, hingga kanker.

4. Plastik

Wah, tak terbayang kan ternyata plastik juga digunakan sebagai bahan pembuatan makanan?Plastik biasanya digunakan oleh para penjual gorengan agar gorengan terasa lebih renyah. Bahan berbahaya ini dapat memicu risiko kanker.

Untuk itu, jangan ambil resiko. Agar lebih menyehatkan, buatlah makanan ringan sendiri di rumah. Bila Anda membeli makanan kemasan, pastikan Anda memperhatikan tanggal kadaluwarsa dan kandungan dalam kemasan.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)