Hasil Studi: Kemiskinan Erat Kaitannya dengan Obesitas pada Wanita

15 Desember 2010 Artikel Kesehatan


WASHINGTON - Perempuan yang miskin cenderung menjadi gemuk, tapi tidak pada pria. Penelitian yang dihajat lembaga National Center for Health Statistics yang didanai pemerintah Amerika Serikat ini dianggap "menabrak" beberapa persepsi umum.

Mereka menemukan penghasilan sangat tidak berpengaruh pada obesitas pria. "Di antara pria, prevalensi obesitas umumnya sama di semua tingkat pendapatan, dengan kecenderungan untuk menjadi sedikit lebih tinggi di tingkat pendapatan yang lebih tinggi," tulis tim NCHS.

Obesitas merupakan masalah yang berkembang di AS. Dua pertiga orang Amerika kelebihan berat badan atau obesitas, dengan 72 juta orang dewasa AS atau 26,7 persen, mengalami obesitas, dengan indeks massa tubuh atau BMI, dari 30 atau lebih.

Beberapa penelitian terkait obesitas dengan pendapatan dan pendidikan beberapa kali dilakukan.

Para peneliti NCHS menggunakan data dari studi nasional 5.000 orang. Dari orang dewasa yang obesitas, 41 persen tinggal di rumah memadai, membawa setidaknya 77 ribu dolar AS per tahun untuk satu keluarga dengan empat anggota, atau 350 persen dari pendapatan kaum miskin.

Di sisi lain, 39 persen responden tinggal di rumah kurang memadai, dan 20 persen tinggal di rumah miskin dengan pendapatan di bawah 130 persen dari tingkat kemiskinan atau 29 ribu dolar AS untuk sebuah keluarga dengan empat anggota.

Mereka menemukan bahwa 33 persen pria yang masuk katagori pertama alias mampu mengalami obesitas, dibandingkan dengan 29 persen pria yang hidup di bawah 130 persen dari tingkat kemiskinan.

Tapi pendapatan tampaknya mempengaruhi berat badan wanita. Para peneliti menemukan hanya 29 persen wanita di atas batas kemiskinan mengalami obesitas, bandingkan dengan 42 persen wanita yang hidup di bawah tingkat kemiskinan yang mengalami obesitas.

Pendidikan memainkan peran penting. Hanya lebih dari 27 persen pria dengan gelar sarjana yang obesitas dibandingkan dengan 32 persen dari mereka yang tak mendapatkan pendidikan tinggi. Sedangkan 23 persen wanita dengan tingkat pendidikan tinggi mengalami obesitas, dibandingkan dengan 42 persen wanita yang tak mengenyam pendidikan tinggi.

Sumber: republika.co.id