Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Makan Malam dalam Program Diet

10 Desember 2014 Artikel Kesehatan


Memiliki tubuh yang ideal merupakan dambaan setiap orang. Banyak cara ditempuh demi mendapat tubuh yang ramping dan terbebas dari penyakit. Salah satunya dengan memutuskan untuk tidak makan malam. Bagi sebagian orang beranggapan makan malam merupakan kunci dalam menjalankan program diet. Memang, sebagian besar makan malam menjadi faktor penentu penimbunan lemak berlebih atau tidak. Tentunya hal ini bergantung pada beberapa faktor.

Beberapa orang jarang menyadari pentingnya makan malam dalam program diet. Walau sudah tidak makan malam untuk beberapa minggu, tetapi berat badan tak kunjung turun, mungkin Anda bertanya-tanya apa ada yang salah dengan program ini?

Menurut dr. Samuel Oetoro, Sp.GK, MS, dari Semanggi Specialist Clinic, beliau mengatakan "Jelas salah. Tidak makan malam malah akan menurunkan metabolisme tubuh. Padahal, cara untuk mencegah kegemukan adalah dengan meningkatkan metabolisme,".

Tambahnya, melewatkan makan malam membuat level kadar gula darah berada dalam kondisi sangat rendah saat subuh. Kondisi itu membuat tubuh menginginkan lebih banyak karbohidrat. Maka akan timbullah obesitas.

Usahakan terapkan makan 3 kali sehari yakni sarapan, makan siang, dan makan malam. Makan malam idealnya jangan terlalu dekat dengan jam tidur. Para ahli berpendapat, orang yang terbiasa tidur pada pukul 9-10 malam, sebaiknya jam makannya malam tidak melebihi pukul 19.00 untuk memberi waktu bagi organ pencernaan menjalankan tugasnya.

Perhatikan porsi makan di pagi dan siang hari sehingga jika tidak makan malam pun apabila makan dalam porsi besar di pagi dan siang hari akan sama saja dan berat badan tidak kunjung turun. Hindari cemilan tidak sehat seperti permen, ice cream maupun keripik. Lalu, perbanyak air putih karena air putih dapat membantu mengatur kembali metabolisme dalam tubuh dengan cara mencegah dehidrasi, dan menjaga kebutuhan elektrolit tubuh.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)