Habis Minum Susu Kok Sering Mules?

4 Februari 2017 Artikel Kesehatan   |    Listhia H Rahman


Habis minum susu, yang dicari langsung kamar mandi karena mules? Kalau kejadiannya hanya sekali mungkin kamu tak terlalu menjadikanya masalah. Namun jika hal tersebut berulang kali dan kasusnya selalu setelah minum susu (atau produk yang mengandung susu)? Wah, mestinya kalau sudah begitu kamu harus mencari tahu sebabnya, karena bisa jadi kamu mengalami apa yang disebut intoleransi laktosa (lactose intolerance). Lebih jelasnya, Intoleransi laktosa dapat diartikan sebagai ketidakmampuan tubuh seseorang dalam mencerna laktosa.

Karena untuk mencerna laktosa, tubuh memang tidak bisa bekerja sendiri, butuh bantuan enzim yang dihasilkan usus. Nah, akibat dari kurangnya produksi enzim itulah yang membuat seseorang menjadi intoleransi laktosa. Mengenal Laktosa dan Ceritanya Sampai Bisa Bikin Kamu Mules Laktosa merupakan gula alami yang banyak ditemukan di susu, terutama susu sapi. Laktosa ini termasuk golongan disakarida, dimana berarti terdapat dua monosakarida penyusunnya yaitu terdiri dari galaktosa dan glukosa. Di dalam tubuh, laktosa tidak bisa dicerna langsung oleh tubuh. Perlu bantuan enzim yang bernama lactase yang dihasilkan di usus kecil.

Ketika enzim lactase yang dihasilkan mencukupi, laktosa akan bisa mudah dicerna. Dan kamu akan baik-baik saja. Berbeda ceritanya, jika enzim yang dihasilkan tidak cukup, laktosa tidak bisa tercerna dan akhirnya ikut ke usus besar untuk melanjutkan perjalanan pencernaannya. Di dalam usus besar, laktosa akan bertemu bakteri-bakteri usus yang bisa menghasilkan enzim lactase, namanya bakteri asam laktat. Bakteri ini akan memecah laktosa lalu memfermentasikannya menjadi asam laktat.

Penumpukan asam laktat yang berlebihan ini yang membuatmu bisa jadi diare. Hasil lainnya berupa asam lemak rantai pendek dan gas (seperti metana, hidrogen dan karbondioksida), yang bisa menyumbang rasa tak nyaman perutmu. Seperti menjadi kembung. Adanya bakteri asam laktat jugalah yang menjadi jawaban mengapa pada kebanyakan orang dengan intoleransi laktosa masih bisa menerima produk susu fermentasi, yogurt, yang mengunakan bakteri asam laktat contohnya Lactobacillus.

Tandai Gejalanya Gejala dari intoleransi laktosa bisa terjadi 30 menit sampai dua jam setelah mengkonsumsi dan tingkat keparahannya dari yang ringan sampai parah. Gejala yang terjadi seperti perut kembung, sakit perut atau kram, keroncongan, flatus (kentut), diare dan bahkan sampai muntah. Cara termudah untuk mengetahui apakah kamu intoleransi laktosa atau tidak, bisa dengan kamu tandai gejalanya sendiri.

Apabila setelah minum segelas susu, misal. Satu jam kemudian perutmu bermasalah dan menunjukan gejala seperti yang sudah disebutkan tadi bisa jadi kamu terkena intoleransi laktosa. Tapi ingat, hal ini harus terjadi berulang bukan hanya sekali saja. Untuk lebih jelasnya, bisa tanyakan pada dokter untuk memastikan gejala yang kamu alami apakah dari intoleransi laktosa atau dari masalah yang lain.

Samakah dengan alergi susu? Tidak sama. Pada alergi, respon yang diberikan tubuh akan lebih cepat dan karena menganggapnya sebagai sesuatu yang mengancam jiwa, sedang pada intoleransi butuh beberapa waktu setelah kamu mengkonsumsi. Misal berselang satu atau dua jam. Pada beberapa orang dengan intoleransi laktosa, memang ada yang bahkan tidak bisa sama sekali mengkonsumsi susu sama sekali, tetapi pada sebagian lagi masih bisa menerima walau dalam jumlah yang minimal. Sedang alergi? harus hindari. Jika kamu merasakan yang demikian, kamu tidak sendirian. Pada umumnya memang sering menyerang orang dewasa. Dan orang Asia termasuk yang banyak mengalaminya. Semakin menua usia, intoleransi laktosa bisa datang pada siapapun. Tapi kamu bisa mengurangi gejalanya dengan membatasi atau menghindari produk susu.

Tidak perlu bingung, yang berkalsium tidak hanya susu sapi kok. Bisa dari brokoli atau ikan teri?

(Penulis merupakan Sarjana Gizi di Universitas Diponegoro Semarang dan tulisan lainnya bisa dilihat di kompasiana.com/listhiahr)