Gen Baru Kebal pada Antibiotik Terampuh

13 Agustus 2010 Artikel Kesehatan


Para ilmuwan memperingatkan bahwa dalam sebuah perjalanan internasional guna menjalani pengobatan medis dapat membantu membentukan gen baru yang mampu menyebaran bakteri. Gen baru bernama NDM-1 diduga membuat bakteri kebal terhadap hampir semua antibiotik.

NDM-1 tersebar di India, Pakistan, dan Bangladesh, tapi juga ditemukan pada 37 pasien di Inggris yang telah melakukan perjalanan ke India atau Pakistan guna menjalani prosedur medis, seperti operasi plastik, menurut artikel yang dimuat pada The Lancet. "NDM-1 sangat berpotensi membahayakan kesehatan warga dunia. Maka itu, dibutuhkan kerja sama internasional guna menyelidiki hal ini lebih lanjut," kata Timothy Walsh dari Universitas Cardiff.

Gen ini sebagian besarnya ditemukan pada bakteri E coli yang kerap menyebabkan infeksi saluran kemih dan pneumonia yang kebal terhadap antibiotik. Menurut para peneliti, gen ini sangat mudah untuk menggandakan diri dan berpindah ke bakteri yang berbeda. Hal itulah yang menyebabkan adanya perkiraan bakteri ini akan cepat tersebar.

Diketahui, beberapa pasien asal Inggris telah bepergian ke India dan Pakistan untuk menjalani pengobatan dalam beberapa tahun belakangan. India diketahui juga menyediakan layanan operasi plastik untuk warga Eropa dan Amerika. Melalui itulah NDM-1 akan tersebar secara global.

India
Dr David Livermore, direktur kekebalan antibiotik pada Badan Perlindungan Kesehatan mengatakan, gen yang resisten terhadap salah satu antibiotik terampuh, carbapenems, telah tersebar di India. "Hal ini tentunya sangat penting karena carbapenems merupakan jalan terakhir sekaligus obat paling ampuh melawan bakteri yang telah kebal terhadap antibiotik biasa.

Kami juga telah mengidentifikasi bakteri yang memiliki resistansi ini, NDM, pada sekitar 50 pasien di Inggris." Sebagian besar dari mereka, jelasnya telah melakukan perjalanan ke India dan menjalani pengobatan di 'Negeri Bombay' itu. Maka itu, perjalanan internasional merupakan cara terpotensial untuk menyebarkan bakteri itu ke negara lain. (Pri/OL-06)

Sumber: mediaindonesia.com