Flu pada Anak Bisa Berdampak Infeksi Lebih Serius

24 Januari 2014 Artikel Kesehatan


Pilek merupakan hal yang sering dialami orang dewasa dan juga anak-anak. Meski tampaknya penyakit sepele, namun jangan diremehkan. Karena kadang-kadang hidung tersumbat dapat menjadi infeksi paru-paru yang lebih parah. Banyak orang yang merasa tak enak badan, kemudian sakit. Lalu kembali baikan dan sakit lagi. Biasanya mereka meremehkan hal ini. Namun sebenarnya itu adalah tanda dari infeksi super, yaitu infeksi yang lebih serius dan terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang melemah. Bisa jadi sistem kekebalan tubuh tak sanggup untuk menangkal infeksi yang masuk.

Sering kali, virus yang menyerang hidung dianggap hanya menyebabkan gejala flu. Tetapi penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa virus tersebut kadang-kadang dapat menyebabkan infeksi paru-paru yang lebih parah, seperti pneumonia dan bronkitis pada anak-anak tertentu.

Dalam studi ini, peneliti asal Brasil melihat hasil tes untuk 434 bayi dan balita yang dibawa ke dokter untuk gejala pernapasan. 31 Anak terinfeksi virus rhinovirus, yang menyebabkan flu biasa, namun memiliki kecenderungan menjadi lebih parah seperti mengigil, kesulitan bernapas, dan batuk berat yang tak kunjung sembuh.

"Hampir semua bayi dan anak-anak juga memiliki faktor risiko yang mendasari untuk terkena infeksi saluran pernapasan yang lebih serius termasuk penyakit jantung dan asma. Ini diketahui bahwa kondisi tersebut membuat anak-anak lebih rentan terhadap infeksi paru-paru. Jadi, sangat penting untuk melindungi anak-anak dari virus flu, ujar Dr David Nichols, President dan CEO American Board of Pediatrics, dikutip dari Everyday Health.

Hal ini didasarkan pada catatan dari 434 bayi dan anak-anak berusia sampai dengan 5 tahun yang memiliki berbagai gejala, dari hidung tersumbat hingga batuk. Orang tua mereka membawa anak-anaknya ke klinik di mana dokter mengambil penyeka hidung dan telah diuji untuk jenis virus apa yang menyerang anak mereka.

Secara keseluruhan dari hasil penelitian, 42 persen anak-anak yang terinfeksi flu, sering kali terjangkit dengan virus lainnya. Yang paling umum infeksi respiratory syncytial virus (RSV). RSV menyebabkan pilek, tetapi juga dapat memicu peradangan pada saluran udara kecil paru-paru (bronchiolitis) atau menyebabkan pneumonia. RSV adalah penyebab paling umum pneumonia dan bronchiolitis pada bayi. Demikian menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Dalam penelitian ini, RSV adalah penyebab utama dari infeksi yang lebih berat, di mana sekitar 60 persen anak-anak yang membawa RSV, baik sendiri atau bersama dengan rhinoviruses (flu biasa) memiliki gejala yang lebih serius.

Jonny Yokosawa, seorang peneliti yang berbasis di Federal University of Uberlandia di Brasil mengatakan bahwa orang tua seharusnya lebih waspada agar anak dan bayi tidak terjangkit virus flu. Jika anaknya terkena flu, maka perlu segera memeriksakannya ke dokter. Jangan remehkan flu, kendati flu yang dialami hanyalah flu biasa. Sebagian besar anak-anak sembuh dari flu dalam waktu satu atau dua pekan, tetapi sebagian kecil dari anak-anak yang mengalami gejala lebih parah perlu dirawat di rumah sakit.

Oleh: Iman S
(Dikutip dari berbagai sumber)