Fitofarmaka Semakin Diakui

30 April 2010 Artikel Kesehatan


JAKARTA, KOMPAS.com - Apresiasi dan pengakuan masyarakat terhadap produk fitofarmaka kini semakin meningkat. Salah satu produk fitofarmaka yang terus mendapatkan pengakuan adalah ekstrak meniran Stimuno yang telah teruji khasiatnya secara klinis dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

Pengakuan terhadap ekstrak meniran diberikan oleh lembaga riset Frontier Consulting Group pada Rabu (28/4) malam kemarin. Produk fitofarmaka Stimuno berhasil meraih penghargaan Top Brand for Kids untuk kategori obat-obatan kelompok sistem imunitas anak. Berdasarkan Top Brand for Kids Index (TBI) 2010 dari hasil riset yang dilakukan Frontier, Stimuno memperoleh index tertinggi yakni 88,6persen.

National Sales Manager Stimuno Andreas S Widada menyatakan bahwa penghargaan ini membutikan bahwa produk fitofarmaka telah dikenal dan dipercaya masyarakat. "Survei oleh Frontier Consulting Group ini dilakukan di dua kota besar yakni Jakarta dan Surabaya dengan mengambil sampel sebanyak 1.100 responden yang terdiri dari anak-anak dan panel ibu," ungkap Andreas.

Stimuno merupakan immunomodulator yang dibuat dari ekstrak meniran yang dalam bahasa latin bernama Phylantus niruri. Produk ini merupakan satu dari lima jenis fitofarmaka yang dipasarkan sebagai obat bebas (OTC) di Indonesia.

Stimuno juga telah diekspor dan dipasarkan ke beberapa negara di Asia seperti Kamboja dan Vietnam. Sedangkan di Filipina, Myanmar dan Nigeria sedang dalam proses registrasi.

Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik. Bahan baku dan produk jadi fitofarmaka pun telah distandarisasi.

Menurut penemu ekstrak meniran DR.Drs.Suprapto Ma'at, Apt, MS, stimuno telah teruji khasiatnya secara klinis dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Ekstrak meniran bahkan dapat digunakan sebagai terapi adjuvant pada pengobatan infeksi yang membandel seperti infeksi virus, infeksi jamur, infeksi bakteri, intraseluler dan penyakit infeksi kronis lainnya.

sumber: kompas.com