Fakta Tentang Bahaya Racun Radiasi

24 Maret 2011 Artikel Kesehatan


hanya menimbulkan korban dan kerusakan fatal, bencana gempa bumi dan tsunami di Jepang juga telah menyebabkan krisis nuklir. Pemerintah Jepang mengalami kesulitan menjaga beberapa reaktor agar cukup dingin guna mencegah pelepasan radiasi yang tak terkendali. Mereka pun tetap yakin bahwa kebocoran besar radiasi tak akan terjadi.

Namun, apakah radiasi bisa berefek pada warga Pasifik yang juga terkena imbas gempa tersebut? Sebut saja penduduk di Hawaii dan Alsaka. Organisasi Kesehatan Dunia

(WHO) menyakinkan untuk sementara risiko membahayakan dari kebocoran reactor itu terhadap kesehatan masyarakat tergolong sangat rendah. Adanya risiko itu dimungkinkan berasal dari kontaminasi radioaktif yang terbawa angin ke Perairan Pasifik. Berikut serba-serba mengenai bahaya radioaktif.

a. Apa yang terjadi jika kita terkena radiasi tingkat tinggi?
Paparan radiasi dapat menyebabkan keracunan yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada jaringan tubuh manusia bisa berupa penuaan dini bahkan kematian. Paparan radiasi timgkat rendah dalam jangka panjang juga bisa memperburuk kesehatan. Dilaporkan, beberapa pekerja di salah satu reaktor menunjukkan gejala sakit akibat radiasi selama bencana.

b. Apa saja gejala keracunan radiasi?
Mual, muntah, dan diare biasanya merupakan gejala awal dan muncul dalam semenit atau beberapa hari setelah terkena radiasi. Bahkan, jika seseorang memiliki sindrom radiasi akut dan gejala muncul hanya beberapa menit, mereka masih mungkin terlihat baik-baik saja, tapi hanya sementara. Gejala tambahan pada akhirnya akan mengikuti termasuk hilangnya nafsu makan, kelelahan, demam, dan mungkin kejang-kejang dan koma. Tahap ini mungkin berlangsung beberapa jam atau beberapa bulan. Radiasi keracunan juga biasanya menyebabkan kerusakan kulit.

c. Seberapa kadar radiasi yang berbahaya?
Radiasi diukur dalam skala Sieverts dan efek keracunan radiasi juga bergantung pada jumlah Sieverts. Contohnya, 1 Sievert radiasi dapat menyebabkan pendarahan dan 2.000 Sieverts dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dalam hitungan menit dan kematian dalam hitungan jam.

d. Apakah keracunan radiasi bisa ditangani?
Bisa, namun hanya dalam beberapa kasus. Kalium iodida dapat memblokir yodium radioaktif saat dibawa ke kelenjar tiroid, melindunginya dari cedera. Namun, tidak akan melindungi bagian tubuh yang lain, atau sebaliknya merusak tiroid. (Pri/OL-06)

Sumber: mediaindonesia.com