Fakta Penting Tentang Obesitas

28 Juni 2010 Artikel Kesehatan


Belum langsing juga walaupun sudah berolahraga, mengurangi kalori, menghindari makanan olahan, banyak makan sayur dan diet tidak makan malam? Timbangannya tetap tidak mau turun juga. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan usaha yang sudah Anda lakukan, tapi menurut penelitian obesitas tidak hanya dipicu oleh makanan berlebih dan kurang olahraga saja.

Masalah berat badan berlebih juga bisa dipicu oleh faktor lain, seperti gen, gangguan hormon, dan bahkan virus yang masuk ke dalam tubuh. Berikut ini adalah kebenaran mengenai kegemukan:

Genetik

Gen lemak yang selanjutnya dikenal dengan sebutan FTO, pertama kali ditemukan pada tikus gemuk. Manusia yang memiliki dua FTO beresiko 40 persen lebih besar akan menderita diabetes dan 60 persen lebih besar mengalami obesitas. Orang-orang yang hanya memiliki satu FTO juga beresiko mengalami penambahan berat badan walaupun tidak sebesar orang yang memiliki dua FTO.

Diduga saat ini ada sekitar 100 gen yang dapat memicu obesitas. Setiap gen menambah berat di berbagai area tubuh, terang Claude Bouchard, PhD dari Lousiana State University System. Sekitar 16 persen populasi mempunyai dua gen FTO, sedangkan sekitar 50 persen hanya mempunyai satu.

Jumlah sel lemak

Beberapa orang memiliki lebih banyak jumlah sel lemak, jauh berbeda dengan jumlah sel lemak orang lain. Meskipun Anda berhasil menurunkan beberapa kilogram berat (atau menambah beberapa kilogram), jumlah sel lemak Anda akan tetap sama. Sel-sel lemak ini akan memegang erat lemak yang sudah ada dalam tubuh dan dia akan mengirimkan sinyal lapar dan minta diisi. Semakin banyak sel lemak seseorang, semakin dia cepat merasakan lapar.

Perubahan metabolisme

Tim peneliti dari Helsinki University Central Hospital melibatkan sepasang kembar (yang satu gemuk dan satunya lagi kurus) untuk menunjukkan bahwa sel-sel lemak pada pada kembar yang lebih gemuk menjalani perubahan metabolik sehingga mempersulit pembakaran lemak. Semakin banyak lemak yang Anda tumpuk, semakin sulit untuk menghilangkannya. Lalu bagaimana cara menurunkan berat badan? Tentu saja kita perlu banyak melakukan aktivitas fisik secara teratur, misalnya lari pagi setiap hari.

Stress bikin gemuk

Stress cenderung membuat Anda keranjingan makanan kaya karbohidrat. Hormon stress juga mempercepat penyimpanan lemak. Cobalah meredakan stress Anda dengan menghabiskan waktu yang berkualitas dengan senyuman. Cobalah tersenyum walaupun Anda stress.

Kondisi selama kehamilan

Makanan bergula dan berlemak yang dikonsumsi ibu sebelum Anda lahir, juga turut mempengaruhi berat badan Anda sesudah lahir. Apabila kebiasaan merokok selama kehamilan akan meningkatkan resiko berat bayi rendah dan minum alcohol bisa merusak otak janin, sama seperti makanan bergula dan berlemak yang dikonsumsi sang ibu.

Studi menunjukkan bahwa tikus betina yang kelebihan berat badan, memiliki lebih banyak glukosa dan asam lemak bebas di sekitar rahim dibandingkan tikus betina yang tidak kelebihan berat. Hal inilah yang mempengaruhi selera makan dan sistem metabolic pada otak janin yang sedang berkembang. Tentu saja, selain tikus hal ini juga berlaku bagi manusia.

Tidur turunkan berat badan

Cobalah tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam. Penelitian dari University of Chicago menyebutkan bahwa gangguan tidur bisa mengganggu keseimbangan hormon, memicu pengurangan leptin (yang memberi sinyal kenyang) dan meningkatkan jumlah ghrelin (yang memicu rasa lapar). Akibatnya Anda akan merasa lapar, padahal sebenarnya tidak, sehingga Anda makan secara berlebihan.

Berat pasangan

Aneh tapi nyata tapi berat badan pasangan Anda, suami atau istri Anda juga turut mempengaruhi. Istri atau suami yang langsing akan membuat Anda lebih terdorong lagi untuk menurunkan berat badan.

Virus

Peneliti dari University of Winconsin menemukan bahwa virus adenovirus turut menumpuk lemak, selain memicu gangguan saluran pernapasan atas hingga masalah lambung dan usus. Virus tersebut kelihatannya meningkatkan jumlah sel lemak dalam tubuh serta menambah jumlah lemak yang tersimpan dalam sel-sel lemak, terang peneliti Nikhil Dhurandhar PhD.

Karena itu, tingkatkan lagi perhatian Anda kepada kesehatan Anda. Tidurlah yang cukup, perhatikan apakah tubuh Anda memberi sinyal karena memang benar-benar lapar atau hanya sinyal palsu sehingga Anda makan berlebihan. Hidup lebih sehat dan bahagia jika tubuh Anda sehat dan Anda mampu menjaga agar tidak obesitas.

Source: mediaindonesia/lh3