Fakta Jahat Mengonsumsi Alkohol

20 Januari 2012 Artikel Kesehatan


Kontroversi pernyataan Mendagri seputar Peraturan pembatasan atau pelarangan peredaran alkohol terus mencuat. Pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1997 mengatur tiga golongan minuman keras, yakni golongan A dengan kandungan alkohol 0-5 persen, B dengan alkohol 5-20 persen, dan C dengan kandungan alkohol 20-55 persen. Namun minuman berkandungan alkohol 0-5 persen peredarannya masih bebas.

Catatan World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, terdapat 2,5juta penduduk dunia meninggal akibat alkohol. Sebesar 9 persen angka kematian tersebut terjadi pada orang muda berusia 15-29 tahun.

Menurut dosen dan Spesialis Penyakit Dalam Dr.dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB penggunaan alkohol ditengah masyarakat lebih banyak keburukan dari pada kebaikannya. Ia pun mengulas minuman beralkohol yang ada ditengah masyarakat Indonesia masih mengandung kadar alkohol yang bervariasi.

Bir umumnya mengandung alkohol 3,5-5 persen, wine 10-14 persen, whisky 14-20 persen dan vodka mengandung 40 persen alkohol. Dampak buruk dari penggunaan alkohol akan mengenai berbagai organ di dalam tubuh. Mulai dari otak, saluran pencernaan, organ-organ dalam tubuh khususnya liver, pankreas, otot, tulang dan sistem genital.

Penggunaan alkohol dalam waktu singkat dan berlebihan menyebabkan terjadinya keracunan alkohol dan kematian. Keracunan terjadi jika jumlah alkohol yang dikonsumsi diambang batas. Hal ini berdampak pada gangguan fisik maupun mental.

Alkohol dapat menyebabkan adiksi atau ketagihan. Pasien dengan penggunaan alkohol jangka panjang akan menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan khususnya lambung.

Selanjutnya peradangan kronis pada saluran pencernaan akan membentuk erosi sampai tukak usus. Hal ini menyebabkan perubahan struktur dalam usus sampai berubah menjadi sel ganas (kanker). Liver pun akan mengalami peradangan kronis dan berlanjut ke penciutan hati (sirosis hati).

Komplikasi lanjutan mengkonsumsi alkohol bermacam-macam. Antara lain pembengkakan pada perut dan perdarahan di saluran pencernaan. Alkohol juga mengakibatkan tulang keropos (osteoporosis), impotensi dan infertilitas. Pada wanita alkohol juga menjadi salah faktor risiko terjadi kanker payudara.

Sumber: mediaindonesia.com