Empat Bumbu Berkhasiat Penyembuh

9 Juli 2010 Artikel Kesehatan


UNTUK mengatasi beragam gangguan ringan, Anda tidak perlu bergantung pada obat-obat kimia. Cobalah meminimalkan efek negatif kimia dengan menggunakan herbal dan bumbu yang mengandung komponen tumbuhan bermanfaat.

Berikut beberapa bumbu berkhasiat penyembuh yang bisa menjadi pilihan Anda:

Cengkeh
Bumbu beraroma khas ini mengandung zat kimia antiperadangan yang dikenal dengan eugenol. Studi-studi pada hewan menunjukkan, zat kimia ini menghambat COX-2, protein yang memacu peradangan. Selain itu, menurut temuan studi lain, cengkeh juga kaya antioksidan.

Kombinasi antiperadangan dan antioksidan dalam cengkeh mempunyai sejumlah manfaat, mulai dari melindungi jantung dan membantu mencegah kanker, hingga memperlambat kerusakan tulang dan tulang rawan akibat radang sendi. Di samping itu, komponen dalam cengkeh (seperti yang terkandung dalam kulit manis) juga terlihat memperbaiki fungsi insulin.

Sakit gigi? Cobalah meletakkan dua cengkeh utuh dalam mulut Anda. Biarkan cengkeh melembut, kemudian gigit perlahan untuk melepaskan kandungan minyak di dalamnya. Selanjutnya, gerakkan cengkeh tersebut ke area gigi yang sakit dan biarkan hingga setengah jam.

Minyak cengkeh berfungsi melawan bakteri sekaligus mempunyai efek mematikan rasa. Hasil tes menunjukkan, cengkeh juga membunuh bakteri tertentu yang kebal terhadap antibiotik.

Ketumbar
Biji ketumbar telah digunakan selama ribuan tahun untuk membantu pencernaan. Cobalah membuat teh kuat dari biji ketumbar yang sudah dihaluskan (saring sebelum diminum). Herbal satu ini bisa membantu mengatasi sindrom gangguan usus dengan cara menenangkan kejang usus (yang bisa memicu diare).

Studi-studi pendahuluan juga menunjukkan bahwa ketumbar bisa meredakan kecemasan. Dan kandungan minyak di dalamnya berfungsi melawan bakteri, termasuk E. coli dan salmonella. Di samping itu, studi menunjukakn bahwa ketumbar bisa menurunkan kadar kolesterol. Sama seperti herbal lainnya, ketumbar bekerja sebagai antioksidan.

Buah pala
Sama seperti cengkeh, buah pala mengandung eugenol, komponen yang bermanfaat menjaga kesehatan jantung. Kandungan myristicin dalam bumbu satu ini bisa menyebabkan euforia. Efek ini dinyatakan sama dengan efek yang dipicu obat ekstasi.

Dari sisi medis, buah pala mengandung komponen antibakteri kuat. Komponen di dalamnya terbukti bisa membunuh sejumlah bakteri penyebab gigi berlubang dalam mulut. Selain itu, myristicin juga terlihat menghambat enzim dalam otak yang memciu penyakit kepikunan serta memperbaiki memori pada tikus.

Sage
Sage dikenal sebagai penguat memori. Studi-studi laboratorium menunjukkan bahwa sage melindungi otak dari proses-proses yang memicu kepikunan. Studi pada manusia menunjukkan bahwa minyak dalam sage berfungsi memperbaiki suasana hati, meningkatkan kepekaan, ketenangan, dan kepuasan. Sebuah studi dari Inggris menemukan, orang dewasa sehat mempunyai performa tes mengingat kata yang lebih baik setelah mengonsumsi kapsul berisik minyak sage.

Sama seperti banyak herbal dan bumbu lainnya, sage mengandung komponen antiperadangan dan antioksidan. Sekarang ini, sage juga dinyatakan berpotensi mengatasi diabetes. Herbal ini terlihat meningkatkan aksi insulin dalam menurunkan kadar gula darah. Sebagai akibatnya, sage seringkali disebut-sebut sebagai metformin (obat antidiabetes yang umum digunakan). Beberapa peneliti menyatakan bahwa suplemen sage bisa membantu mencegah diabetes tipe 2.(IK/X-12)

Sumber: mediaindonesia.com