Ekstasi Rusak Daya Ingat

12 April 2011 Artikel Kesehatan


Penggunaan ekstasi dalam jangka panjang berisiko merusak otak dengan cara memengaruhi memori. Hasil penelitian ini menambah bukti bahwa ekstasi memang dapat merusak memori seseorang.

Para ahli melakukan pemindaian MRI untuk menunjukkan penyusutan bagian otak hippocampus yang bertanggung jawab untuk menyimpan kenangan.

Terlihat, volume otak 10 pengguna ekstasi dalam jangka panjang, rata-rata meminum 281 tablet selama enam setengah tahun, lalu dibandingkan dengan tujuh orang yang tidak pernah meminum obat itu.

Semua peserta adalah laki-laki berusia 20-an. Selain penggunaan ekstasi, hanya ada sedikit perbedaan antara dua kelompok dalam hal berapa banyak alkohol yang mereka konsumsi atau obat lain yang kerap diminum.

Dalam Journal of Neurology, Neurosurgery dan Psychiatry, para ahli menyimpulkan, "Volume hippocampal dalam kelompok peminum ekstasi rata-rata 10,5 persenlebih kecil dari volume hipokampus pada kelompok lain. Ini membuktikan bahwa pengguna ekstasi lebih cenderung mengalami kerusakan di hippocampus."

Proporsi keseluruhan materi abu-abu pengguna ekstasi, yang merupakan kunci untuk pengolahan informasi di otak, rata-rata 4,6 persen lebih rendah setelah disesuaikan dengan volume total otak.

Para penulis dari Academic Research Centre di Amsterdam menyarankan ini berarti ekstasi juga berpengaruh pada area otak lain selain hippocampus. Seperti dikutip dari Press Association, Kamis (7/4), mereka lalu berujar, "Temuan kerusakan pada hippocampal ini dapat menjelaskan defisit memori diamati pada pengguna ekstasi, lebih jelas ketimbang penelitian sebelumnya. Kerusakan atrofi hippocampal merupakan ciri khas penyakit gangguan kognitif yang progresif pada pasien lansia, seperti Alzheimer."

Sumber: mediaindonesia.com