Diet Tepat Pengontrol PMS

7 April 2010 Artikel Kesehatan


Diet berperan besar dalam mengurangi gejala-gejala premenstrual syndrome (PMS). Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa menstruasi yang tidak teratur dan PMS merupakan pertanda bahwa perempuan mempunyai status nutrisi buruk.

Bagaimana diet yang tepat untuk mengontrol gejala PMS? Berikut uraian Ms. Gaynor Bussell, pakar diet dari National Association for Premenstrual Syndrome (NAPS), untuk Anda.

Kurangi lemak, khususnya lemak jenuh, bisa membantu produksi prostaglandin. Prostaglandin mempunyai berbagai peran dalam tubuh. Sebagai contoh, prostaglandin bisa memengaruhi sensitivitas dan mengubah aliran darak ke otak. Prostaglandin seperti PGE1 berperan mengurangi gejala-gejala PMS. Diet tinggi lemak jenuh dan lemak trans memperburuk gejala PMS. Selain itu, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih, jenis lemak ini bisa memicu penambahan berat badan dan peningkatan kadar kolesterol.

Tambah asupan zat tepung atau pati. Cara ini dinyatakan membantu produksi serotonin. Diet kaya pati yang dipecah secara lambat (karbohidrat kompleks) diyakini bisa membantu gejala PMS dengan mempertahankan kadar gula darah. Diet seperti ini juga bisa menangkis lapar dan mengurangi asupan makanan secara umum. Untuk diet yang sehat, 50 persen darai asupan kalori total sebaiknya berasal dari karbohidrat.

Tambah asupan buah dan sayur. Cara ini membantu meningkatkan asupan mineral dan vitamin yang penting untuk produksi PGE1 dan neurotransmitter. Antioksidan yang terkandung dalam buah dan sayur bisa mencegah kanker dan penyakit jantung. Serat larut air yang terkandung dalam buah dan sayur (juga oat) bisa membantu meringankan sindrom gangguan usus yang bisa memburuk sebelum menstruasi.

Tambah serat. Cara meringankan gangguan konstipasi yang umum terjadi sebelum menstruasi. Serat membantu menurunkan kadar estrogen dalam tubuh dengan mencegah penyerapan kembali usus. Dengan cara yang sama, serat juga bisa membantu menurunkan kolesterol.

Kurangi asupan garam dalam diet. Cara ini mencegah kembung dan retensi cairan. Anda dianjurkan untuk mengonsumsi tidak lebih dari enam gram garam sehari. Mengurangi asupan garam bisa membantu mengurangi kejadian hipertensi dan osteoporosis.

Hindari gula putih berlebih. Gula putih berlebih bisa meningkatkan produksi insulin, yang memperparah perut kembung. Gula putih akan diubah menjadi glukosa dengan cepat dan menyebabkan fluktuasi kadar gula darah. Hal ini akan memperburuk PMS.

Kurangi konsumsi minuman berkafein. Cara ini dinyatakan bisa membantu meringankan payudara yang melembek. Selain itu, kafein juga mengganggu tidur dan ketegangan yang sebenarnya sudah terganggu akibat PMS. Terlalu banyak kafein juga menurunkan kadar mineral penting dalam tubuh, seperti kalsium. Di samping itu, kandungan tannin dalam teh juga mengganggu penyerapan beberapa mineral seperti besi dan kalsium.

Batasi alkohol. Alkohol dinyatakan memperparah PMS. Alkohol menyebabkan hipoglikemia, gejala yang banyak dikeluhkan oleh penderita PMS. Selain itu, alkohol juga menurunkan persediaan vitamin B esensial.

Efek diet ini terhadap PMS, terang Gaynor seperti dikutip situs womenfitness.com, biasanya akan terasa setelah tiga bulan. Pengalaman, lanjut Gaynor, membuktikan bahwa asupan karbohidrat kompleks secara teratur sangat membantu mengurangi gejala PMS, seperti pusing, mudah marah dan gemetaran. (IK/OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat