Diet Rendah Kalori Sembuhkan Diabetes

30 November 2011 Artikel Kesehatan


JAKARTA - Para ahli kesehatan mengungkapkan cara baru yang sederhana untuk menyembuhkan diabetes. Dikatakan bahwa diet rendah kalori adalah kunci untuk menghalau penyakit diabetes tipe 2. Makanan rendah kalori ini bahkan memperbaiki kondisi tubuh lebih baik ketimbang obat dokter.

Peneliti dari Department of Radiology di Leiden University Medical Centre Belanda mengungkapkan bahwa membuang makanan berkalori tinggi dan mengkonsumsi makanan sehat dalam waktu hanya empat bulan bisa menyembuhkan penyakit diabetes tipe 2 yang diderita pasien.

Diabetes tipe 2 adalah diabetes paling umum. Menurut situs diabetes Australia, tipe ini dialami oleh 85-90 persen penderita diabetes. Biasanya penyakit ini menyerang orang yang lebih tua dengan usia di atas 45 tahun. Tetapi dari hari ke hari, semakin banyak orang muda bahkan anak-anak yang terserang diabetes tipe 2 ini

Menurut hasil temuan terbaru itu, para pasien yang mengkonsumsi makanan rendah kalori selama 16 minggu menunjukkan peningkatan kondisi kesehatan yang sangat signifikan juga mengurangi penggunaan insulin. Karena itu, para ilmuwan berharap bahwa temuan tersebut berarti pula penggunaan insulin untuk para pasien diabetes tak diperlukan lagi. Pasalnya fungsi jantung akan meningkat karena berkurangnya jumlah lemak berbahaya di sekitar jantung.

Sangat menggembirakan makanan rendah kalori secara efektif mengobati diabetes tipe 2, ungkap Dr. Sebastian Hammer yang melakukan penelitian tersebut seperti dikutip situs Huffington Post, edisi 29 November 2011.

Ditambahkan oleh Dr. Hammer, mengubah gaya hidup seseorang ternyata bermanfaat juga untuk memperbaiki fungsi jantung mereka ketimbang mengkonsumsi obat-obatan.

Di Inggris, sekitar 2,9 juta orang mengalami diabetes, naik 130 ribu kasus sejak 2010. Diabetes tipe 2 ini meliputi 90 persen dari kasus diabetes secara keseluruhan. Para ilmuwan berharap bahwa temuan mereka bisa membantu para penderita diabetes dan membantu mengurangi penurunan penggunaan insulin.

Sumber: tempointeraktif.com