Diet Berlebihan, Kesehatan Jadi Korban

18 Januari 2010 Artikel Kesehatan


KOMPAS.com - Diet macam apa yang Anda jalani? Tidak makan apa pun kecuali sayur dan buah-buahan? Diet tinggi protein, atau diet dengan resep rahasia yang katanya pasti sukses? Ketahuilah bahwa diet yang dilakukan tanpa perhitungan adalah sia-sia. Sudah tubuh gagal langsing, juga bisa membahayakan kesehatan.

Diet ketat pada umumnya memiliki strategi pemangkasan kalori dengan berpantang pada sejumlah makanan, terutama karbohidrat, lemak, dan gula. Pada awalnya mungkin Anda berhasil menurunkan beberapa kilogram berat badan, namun pada akhirnya Anda akan menjadi begitu lapar sehingga meninggalkan pola diet itu disertai balas dendam untuk bisa menikmati makanan yang dulu dianggap musuh.

Akibatnya adalah fenomena yo-yo diet, yakni Anda akan kembali ke berat tubuh semula, bahkan lebih. Kalau sudah begini, akan menjadi mubazir semua pantangan makanan yang sudah berbulan-bulan dijalankan.

Penelitian yang dilakukan oleh Kelly Brownell, Ph.D, psikolog dan peneliti masalah obesitas di Yale University, Amerika Serikat, menemukan bahwa diet yang berulang-ulang dapat menyebabkan orang terkena penyakit jantung.

Dalam penelitian tersebut diketahui orang dengan berat badan naik turun mempunyai risiko meninggal karena penyakit jantung 75 persen lebih besar daripada orang yang berat badannya relatif stabil. "Naik turun berat badan di sini adalah yang cukup besar, bukan hanya dua tiga kilogram," katanya.

Diet yang tidak konsisten juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi serta redistribusi lemak ke bagian-bagian tubuh yang mudah rusak, misalnya dari pantat ke perut. Para ahli telah mengingatkan orang dengan lemak perut berlebihan lebih mudah terkena penyakit jantung.

Ingat, diet berlebihan tidak ada gunanya. Yang ada gunanya adalah pengurangan berat badan secara perlahan-lahan dan bertahap melalui perubahan gaya hidup, seperti pola makan gizi seimbang rendah kalori namun tetap harus mengonsumsi nutrisi lengkap yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Jangan lupa untuk mengimbanginya dengan latihan fisik.

sumber: kesehatan.kompas.com