Dewandaru, Tanaman Asli Brazil yang Mengandung Sejuta Manfaat

7 Januari 2016 Artikel Kesehatan


Wah, tanaman apa itu? Meski nama tanaman jenis ini tidak popular, jangan tanya soal sejuta khasiat kesehatan yang dimilikinya. Tanaman bernama latin Eugenia uniflora dari suku Myrtaceae ini berasal dari kawasan Brazil. Akan tetapi mungkin sebagian masyarakat mengenalnya dengan nama belimbing londo atau ceremai asam.

Buah Dewandaru berbentuk bulat ber diameter lebih kurang 1,5-2 cm dan berwarna merah dengan biji kecil berwarna cokelat. Tidak diragukan lagi, tanaman ini kerap dimanfaatkan khususnya buah dan daunnya untuk mengobati gangguan kesehatan secara turun temurun.

Daun dan buah tanaman ini digunakan untuk mengatasi diare, rematik, antidiabetes dan antikolesterol. Khasiatnya yang sudah terkenal itu telah mencuri perhatian ilmuwan untuk melakukan penelitian.

Apa saja khasiat yang dimiliki Dewandaru ini? Simak ulasannya.

Atasi rasa sakit

Pemakaian daun dewandaru kerap kali dimanfaatkan untuk obat antirematik. Khasiat yang ditemukan melalui pemakaian secara turun temurun itu juga sudah didukung data ilmiah yang menggembirakan.

Antibakteri

Biji dewandaru juga sering dimanfaatkan warga Brazil untuk mengobati diare. Para ilmuwan meneliti sejauh mana biji dewandaru berkhasiat sebagai anti kuman. Ternyata protein biji dewandaru mampu menghambat pertumbuhan berbagai macam kuman, di antaranya adalah kuman penyebab diare.

Antioksidan

Khasiat yang tak kalah hebat adalah buah maupun daun dewandaru terbukti bisa mencegah munculnya kanker atau tumor. Warna merah buah dewandaru menunjukkan bahwa di dalamnya terdapat kandungan senyawa tertentu. Dari hasil penelitian diketahui mengandung senyawa golongan karotenoid. Begitu juga dengan daun dewandaru ditemukan senyawa yang bermanfaat sebagai antioksidan dan disebut fenolik. Karotenoid dan fenolik berkhasiat sebagai antioksidan yang bekerja melawan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Banyak manfaatnya bukan? Semoga artikel kesehatan ini dapat membantu untuk Anda.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)