Detoksifikasi Tubuh dengan Berpuasa

19 Agustus 2010 Artikel Kesehatan


Siapa bilang puasa bikin badan kekurangan asupan gizi dan menjadi sakit-sakitan. Justru, berpuasa akan membantu tubuh meregenerasi sel-sel yang rusak. Hal itu dikatakan pengamat kesehatan dari Medan, dr Faisal Habib.

"Pentingnya puasa bagi tubuh yakni dapat mengatur metabolisme dan membantu badan dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh," ujar Faisal.

Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin atau racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh, dan mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon. Sehingga, kulit sehat dan daya tahan tubuh meningkat.

Bagaimana mekanismenya? Ketika berpuasa, racun, sel mati, jaringan rusak, dan kelebihan lemak yang menumpuk dalam tubuh akan dibakar dan 'dipaksa' keluar dari tubuh. Ketika 'sampah-sampah' itu keluar, secara otomatis sel-sel tubuh diberi kesempatan memperbarui (rejuvenate) diri setelah sekian lama bekerja keras. Ia menambahkan, saat berpuasa organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup.

Meski demikian, tubuh manusia memang telah dirancang sedemikian rupa untuk dapat bertahan hidup hanya dengan mendapatkan asupan makanan yang cukup. Sel-sel tubuh yang jumlahnya miliaran itu tetap memerlukan makanan. Inilah yang perlu diatur dengan benar, agar sel yang tidak makan selama 14 jam ini tidak sampai kekurangan sumber energi. Jadi, saat menjalani puasa di bulan Ramadan, jangan sampai Anda melewatkan makan sahur.

Nah, selain beribadah untuk mempertebal ketaqwaan dan mendapatkan pahala, puasa ternyata juga merupakan salah satu terapi yang memberikan kesempatan tubuh untuk refresh serta menjadi jauh lebih sehat. Jadi jangan ragu-ragu untuk berpuasa. Selamat berpuasa!(kpl/***)

Sumber: metrotvnews.com