Artikel Kesehatan
1 September 2009

Demam Berdarah dan Gejalanya

Virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang sebelumnya sudah menggigit orang yang terinfeksi dengue. Populasi nyamuk tersebut akan meningkat pesat saat musim hujan dan masa pancaroba, peralihan antara hujan dan panas. Perkembangan hidup nyamuk ini dari telur hingga dewasa memerlukan waktu sekitar 10-12 hari dan dapat hidup dan berkembang biak di bak-bak penampungan air sepanjang tahun. Hanya nyamuk betina yang menggigit dan menghisap darah serta memilih darah manusia untuk mematangkan telurnya, nyamuk jantan hidup dari sari bunga tumbuh-tumbuhan. Kemampuan terbang berkisar antara 40-100 meter dari tempat berkembang biaknya. Tempat istirahat yang disukainya adalah benda-benda yang tergantung yang ada di dalam rumah, seperti gordyn, kelambu, pakaian dikamar yang gelap dan lembab.
Satu gigitan nyamuk yang telah terinfeksi sudah mampu menimbulkan penyakit dengue pada orang yang sehat. Penularan demam dengue tidak bisa langsung dari manusia ke manusia, tetapi harus melalui perantara nyamuk sehingga kita tidak perlu khwatir kontak langsung dengan penderita demam dengue. Ada 4 gejala klinis utama deman berdarah:
1.Demam tinggi 2-7 hari, fenomena perdarahan, pembesaran hati dan kegagalan sirkulasi dan shok.
2.Nyeri kepala, nyeri otot, timbul ruam/ kemerahan di kulit, nyeri tulang, mual, nyeri ulu hati.
3. Fenomena perdarahan yang sering terjadi adalah timbul bercak-bercak merah di muka dan lengan tungkai dan langit-langit mulut. Mimisan dan pendarahan gusi juga dapat terjadi. Keadaan yang lebih berat dapat menyebabkan perdarahan organ dalam tubuh.
4.Jika diperiksa di laboratorium trombosit kurang dari 100.000/mm3 dan kadar Ht lebih 20 dari normal.
Tidak semua penderita demam berdarah harus dirawat di rumah sakit, jika keluhan hanya demam yang disertai salah satu gejala nyeri otot kepala, otot, tulang cukup rawat jallan dan dianjurkan untuk istirahat selama masih demam. Obat penurun panas dan pemberian cairan dn elektrolit peroral, jus buah, sirup, susu disamping air putih, dianjurkan untuk memonitor suhu, jumlah trombosit dan hematrokit sampai normal kembali.
Jika sudah terjadi perdarahan kulit baik yang timbul secara langsung atau melalui tes tourniquet harus dirawat dan diobservasi di rumah sakit. Pencegahan yang efektif seharusnya dilaksanakan secara integral bersama-sama antara masyarakat, pemerintah dan petugas kesehatan dengan gerakan 3 M yaitu,
1.menguras tempat penampungan air secara teratur sekurang-kurangnya seminggu sekali atau menaburkan bubuk abate kedalamnya;
2.Menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan;
3.Mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Sumber: Penidikan, sarana pembelajaran, tips dan trik bisnis

Artikel Kesehatan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris