Decarb Cegah Tubuh Cerna Karbohidrat

4 Maret 2010 Artikel Kesehatan


Pil dari kacang putih yang dikenal dengan nama DEcarb diklaim bisa mengatasi masalah berat badan dengan mencegah tubuh mencerna karbohidrat.

Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat telah lama diketahui bisa memicu penambahan berat badan. Jenis yang paling bermasalah adalah karbohidrat sederhana, seperti yang terkandung dalam makanan olahan dan tepung putih.

Ketika karbohidrat ini dicerna, bagian yang mengandung zat tepung di dalamnya akan langsung diubah menjadi gula. Dan setiap gula yang tidak digunakan akan disimpan dalam bentuk lemak.

Banyak orang mengurangi asupan karbohidrat untuk memotong jumlah penyimpanan lemak. Cara ini juga membantu mengurangi keranjingan karbohidrat, yang berkaitan dengan penambahan berat badan.

Keranjingan gula atau karbohidrat diyakini sebagai faktor kunci dalam penambahan berat badan. Saat kadar gula darah tinggi, pankreas akan melepaskan insulin untuk menurunkan kadar gula.

Tapi pada mereka yang makan banyak gula atau orang-orang berusia lanjut dengan reaksi insulin yang kurang aktif, terlalu banyak insulin yang dilepaskan justru akan mendorong kadar gula darah menjadi terlalu rendah. Hal ini akan menyebabkan keranjingan gula, yang disalahartikan oleh tubuh sebagai isyarat lapar.

Phaseolamin

Produk untuk menghambat pencernaan karbohidrat telah cukup lama tersedia di pasaran. Produk-produk ini biasanya bekerja dengan cara memecah karbohidrat menjadi disakarida, bentuk gula yang tidak diubah menjadi lemak.

Sayangnya, disakarida ini kemudian berfermentasi dengan bakteri yang secara alami berada di usus. Fermentasi ini menyebabkan munculnya gas dan diare saat melewati saluran pencernaan.

Sedang DEcarb, penghambat karbohidrat pertama yang disertifikasi oleh Uni Eropa, diklaim tidak menimbulkan efek samping ini.

Produk ini terbuat dari ekstrak kacang putih yang dikenal dengan phaseolamin. Karbohidrat biasanya dipecah oleh enzim yang dikenal dengan alpha amylase. Enzim ini diproduksi di pankreas.

Phaseolamin mengurangi efektivitas enzim ini dan mencegah perubahan karbohidrat menjadi gula. Artinya, efek sampingnya hampir tidak ada, meskipun beberapa orang mungkin menderita kembung selama beberapa hari saat lambung beradaptasi.

"Untuk menurunkan berat dan mempertahankannya, tidak ada alternatif lain selain mengubah gaya hidup," terang Dr Shivakant Upadhyaya dari Global Goldshield Consumer Health, yang membuat produk tersebut, seperti dikutip situs dailymail.com. (IK/OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat