Daging Merah Sebabkan Kanker Kandung Kemih?

5 Agustus 2010 Artikel Kesehatan


WASHINGTON - Beragam penelitian tentang kaitan antara daging merah (antara lain daging sapi, domba, kerbau) dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kanker tertentu, termasuk kanker pankreas, telah dilakukan. Kini, tim peneliti Amerika Serikat meneliti kaitan daging ini dengan kanker kandung kemih.

Hasilnya, penelitian yang diterbitkan di jurnal Cancer ini menyebutkan, ilmuwan tidak menemukan hubungan antara daging sapi, bacon, hamburger, sosis atau steak yang diolah dari daging segar tanpa campuran bahan kimia dengan kanker kandung kemih. Namun, mereka mengamati 'asosiasi nonlinier positif antara daging merah dingin (telah diawetkan) dan kanker kandung kemih'.

"Kalangan industri kerap memasukkan nitrat dan nitrit ke dalam daging ketika diproses untuk melestarikan dan meningkatkan warna dan aroma," demikian simpulan penelitian yang dipimpin Dr Amanda Cross dari National Cancer Institute ini.

Nitrat dan nitrit adalah prekursor untuk senyawa N-nitroso (NOC), yang menginduksi tumor pada banyak organ, termasuk kandung kemih, dalam beberapa spesies binatang. Untuk penelitian ini, para ilmuwan menilai asupan nitrat, nitrit, dan komponen lain yang ditemukan dalam daging merah, pada sekitar 300 pria dan wanita berusia 50-71 tahun, di delapan negara bagian Amerika Serikat, dan hubungannya dengan kanker.

Peserta penelitian diamati hingga delapan tahun. Selama waktu itu, 854 didiagnosis dengan kanker kandung kemih. Para ilmuwan menemukan bahwa orang yang diet tinggi dalam nitrit dari semua sumber, bukan hanya daging, dan orang-orang yang punya banyak nitrat dalam makanan mereka dari daging olahan, memiliki 28-29 persen lebih besar untuk mengidap kandung kemih kanker daripada mereka yang mengkonsumsi jumlah terendah senyawa itu.

Sumber: republika.co.id