Cegah Penuaan Dini dengan Minyak Ikan

25 Januari 2010 Artikel Kesehatan


Minyak ikan merupakan salah satu kunci untuk hidup lebih lama dan lebih sehat. Para peneliti dari University of California, San Francisco, mengklaim bahwa kandungan asam lemak omega-3 dari minyak ikan mempunyai efek langsung dalam memperpanjang angka harapan hidup sel-sel tubuh.

Studi ini, menurut peneliti, merupakan penelitian pertama yang menghubungkan minyak ikan (baik dari ikan atau suplemen) dengan kemampuan tubuh dalam mencegah penuaan dini.

Peneliti mempelajari efek asam lemak omega-3 pada 608 pasien penyakit jantung. Pasien ini sebelumnya telah dianjurkan menambah asupan ikan untuk mencegah serangan jantung berulang.

Peneliti menemukan, kadar omega-3 tinggi bisa memperlambat kerusakan DNA yang terkandung di dalam telomeres. Telomeres merupakan topi kecil di ujung kromosom yang membantu melawan peradangan dan proses penuaan lainnya.

Menurut peneliti, memiliki telomeres yang lebih panjang merupakan salah satu pertanda lebih muda dari segi biologis dan juga lebih sehat. Seiring penuaan, telomeres akan semakin pendek dan Anda semakin rentan terserang penyakit tertentu.

Para ilmuwan meyakini bahwa proses pemendekan telomeres ini merupakan pemicu penyakit terkait penuaan dan turut menjadi penentu batas angka harapan hidup manusia.

"Jika hubungan antara asam lemak omega-3 dan pengurangan risiko penuaan juga dibenarkan oleh studi-studi lainnya, maka asupan asam lemak omega-3 perlu ditambah," tutur pakar nutrisi dari Health Supplements Information Service Dr Carrie Ruxton, seperti dikutip situs dailymail.

Telomeres

Di awal studi, peneliti mengukur panjang telomeres di dalam sel darah putih pasien. Tes yang sama kemudian dilakukan lagi lima tahun kemudian. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara asupan omega-3 dengan panjang telomeres.

Studi yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association ini mengungkap, pasien yang mengonsumsi paling sedikit omega-3 paling cepat mengalami pemendekan telomeres. Sedang mereka yang paling banyak mengonsumsi mengalami pemendekan telomeres paling lambat.

Temuan ini, menurut pemimpin studi Dr Ramin Farzaneh-Far, menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 berpotensi sebagai antipenuaan.

Asam lemak omega-3 banyak terkandung pada oily fish seperti mackerel, ikan hering, salmon, sarden dan ikan air tawar. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan asam lemak ini dari suplemen, kacang kedelai, biji rami minyak biji rapa, biji labu dan kenari. (IK/OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat