Cegah Mata dari Kebutaan dengan Lari Satu Jam Per Hari

14 Februari 2014 Artikel Kesehatan


Kebutaan akibat penurunan fungsi retina bukan lagi harga mati. Kondisi yang menyebabkan hilangnya penglihatan seseorang secara perlahan itu masih bisa ditangani. Para ilmuwan telah melakukan berbagai penelitian dan kini mulai menemukan titik terang.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa olahraga memniliki efek perlindungan terhadap kebutaan yang berhubungan dengan penyakit degenerasi retina. Hasil penelitian itu memberikan sebuah strategi potensial untuk memperlambat kondisi terkait degenerasi makula atau age-related macular degeneration (AMD). AMD adalah penyakit serius yang menyerang makula pada retina mata. Kondisi ini ditandai dengan penurunan fungsi makula, bagian tengah retina yang membantu agar mata dapat melihat hal-hal rinci dalam pandangan mata.

AMD menyebabkan rusaknya fungsi penglihatan yang dibutuhkan untuk melihat benda dengan jelas dan untuk melakukan tugas sehari-hari seperti membaca dan mengemudi. AMD dapat berkembang lebih cepat pada beberapa orang dan dapat menyebabkan hilangnya penglihatan pada salah satu atau kedua mata. Diperkirakan penyakit itu mendera 18,8 juta penduduk Amerika yang berusia di atas 40 tahun.

Dr Machelle Pardue, peneliti di Atlanta VA Center for Visual and Neurocognitive Rehabilitation, mengatakan bahwa studinya itu menawarkan sebuah informasi baru mengenai kaitan antara olahraga dengan penyakit pada retina. Penelitian sebelumnya telah menemukan hubungan yang sama antara olahraga dengan penyakit penuruan kemampuan otak dan kecelakaan.

"Ini adalah laporan pertama yang menunjukkan bahwa olahraga sederhana memiliki efek langsung pada kesehatan retina dan penglihatan," ungkap Pardue dalam sebuah rilis pers.

"Peneitian ini mungkin suatu saat nanti akan mengarah pada (penemuan) bentuk olahraga atau kombinasi terapi untuk mengatasi penyakit kebutaan," ungkapnya sebagaimana dikutip dari Medical Daily, Selasa

Penelitian oleh Pardue dan timnya menunjukkan bahwa olahraga harian tingkat sedang seperti berlari di treadmill dapat mencegah AMD dan penyakit retina lain pada hewan penelitian. Dalam penyelidikan itu, mereka melatih sekelompok tikus untuk berlari pada treadmill selama satu jam tiap hari, lima hari dalam satu minggu. Tikus-tikus tersebut lantas disinari dengan sinar berbahaya yang diketahui dapat menyebabkan degenerasi pada retina.

Ternyata program olahraga tersebut sangat efektif melindungi para tikus percobaan dari masalah retina. Dibanding kelompok tikus yang tidak berolahraga, tikus yang rutin berlari dengan treadmill hanya kehilangan setengah sel reseptor cahaya. Sebagai tambahan, sel retina mereka terlihat lebih peka terhadap cahaya.

Pada tikus-tikus yang rutin berolahraga, ditemukan level BDNF lebih tinggi. BDNF atau brain-derived neurotrophic factor adalah protein yang berperan pertumbuhan dan kesehatan mata.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience itu menambah jumlah penelitian mengenai cara baru untuk mencegah penyakit degenerasi retina. Contoh penelitian lain adalah studi dari University College London tahun 2013 lalu. Dalam penelitian itu, ilmuwan memulihkan tikus yang buta dengan menggunakan stem cell.

Mereka berharap penemuan-penemuan semacam itu dapat memberikan terobosan dalam pengobatan kebutaan yang telah lama dicari.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)