Cegah DBD dengan Jumantik Mandiri

5 April 2010 Artikel Kesehatan


BANTUL, KOMPAS.com - Pemantau jentik atau jumantik menjadi upaya terobosan untuk menekan kasus DBD di Kabupaten Bantul. Setiap kepala keluarga diharapkan bisa berperan menjadi jumantik, yang bertugas mengecek setiap genangan air di rumah tangga.

"Kalau jumantik bisa bekerja aktif dan efektif maka telur nyamuk bisa diberantas sebelum menetas. Siklus Nyamuk ini dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa adalah 7-10 hari," kata ujar Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, drg Maya Sintowati, Kamis (1/4/2010)

Prinsip dari penanggulangan DBD adalah pemberantasan sarang nyamuk yang efektif dan efisien. Di Bantul mulai dirintis Jumantik di masing-masing keluarga, dengan nama Jumantik Mandiri Keluarga (JMK).

JMK terdiri atas personel dalam satu keluarga yang tugasnya adalah melakukan pemantauan jentik dan pembasmian nyamuk secara kontinyu di rumah masing-masing dan dilakukan secara mandiri. Harapannya, angka bebas jentik bisa mencapai 95 persen. Tahun 2009 kasus DBD di Bantul sebanyak 589 kasus dengan kematian 2 orang.

sumber: kompas.com