Cegah Anak Merokok Bermula dari Rumah

11 Agustus 2009 Artikel Kesehatan


Mencegah anak agar tidak merokok harus berawal dari lingkungan rumah, karena anak akan meniru perilaku merokok orangtuanya.

Ketua Pusat Studi Gender dan Perlindungan Anak Universitas Negeri Medan Meuthia Fadila Fachruddin mengatakan, kebiasaan orang tua merokok di lingkungan rumah sangat mempengaruhi keinginan anak untuk turut mencoba melakukan hal yang sama seperti orangtuanya.

"Sehingga, orang tua harus berhenti merokok di lingkungan rumah, karena berdampak buruk pada perkembangan anak," kata Meuthia di Medan, Minggu (9/8).

Tindakan orang tua merokok di dalam rumah tanpa memperhatikan dampak terhadap anak dinilai sebagai salah satu bentuk pengabaian orang tua terhadap perlindungan hak hidup anak.

Ia mengatakan, berdasarkan penelitian mengenai pemetaan merokok anak di Kota Medan pada tahun 2008, ditemukan bahwa sebesar 4,38 persen anak mulai merokok karena terpengaruh orang tua.

Sementara itu, sebanyak 6,57 persen anak merokok disebabkan pengaruh dari saudara kandung, kata dia.

Ia menambahkan, meningkatnya jumlah perokok usia muda saat ini kian mengkhawatirkan.

Data yang dihimpun, ada 63,77 persen anak merokok pada usia 9-11 tahun. Sementara untuk usia 12-17 tahun sebesar 11,08 persen, usia 6-8 tahun sebesar 2,92 persen dan usia 18-19 tahun sebesar 7,3 persen.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Sumatera Utara, Zahrin Piliang mengatakan, orangtua seharusnya tidak lagi merokok atau pun menyuruh anak membeli rokok. Upaya tersebut penting dilakukan demi pertumbuhan dan kesehatan anak.

Ia menambahkan, melindungi anak dari bahaya rokok dinilai sangat penting, karena anak merupakan penerus bangsa.

Perilaku merokok yang tidak pernah surut harus segera diantisipasi agar tidak sampai merambat pada anak, sehingga perlu pencegahan sejak dini agar anak tidak merokok. TMA, Ant

Sumber: Gatra.Com