Cara Baru Masak Nasi untuk Kurangi Kalorinya

30 Juli 2019 Artikel Kesehatan


Nasi menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Tidak hanya Indonesia, 90% masyarakat Asia menjadikan nasi sebagai makanan pokok yang tak terpisahkan. Yang menjadikan nasi menjadi makanan pokok yaitu mudah dipadu dengan aneka lauk dan sayuran. Harganya pun relatif terjangkau. Sayangnya, konsumsi nasi putih berlebih memiliki dampak negatif pada kesehatan.

Banyak kabar yang beredar mengatakan, konsumsi nasi secara berlebih bisa memicu penyakit diabetes. Kandungan glukosa dan kalorinya cukup tinggi. Satu cangkir beras mengandung sekitar 200 kalori.

Namun, sebuah penelitian dari Sri Lanka menemukan cara masak nasi yang tepat agar rendah kalori. Bahkan, kalori pada nasi bisa berkurang 50% hingga 60%, juga bisa menambahkan manfaat kesehatan lainnya.

Bagaimana caranya? "Kita masak beras seperti biasa, namun ketika air mulai mendidih, sebelum beras dimasukkan, tambahkan minyak kelapa sekitar tiga persen dari berat beras yang akan dimasak," terang peneliti Sudhair James saat menyampaikan risetnya di National Meeting & Exposition of the American Chemical Society. "Saat sudah matang, dinginkan dalam kulkas selama 12 jam. Itu saja," tambahnya.

Proses pendinginan nasi selama 12 jam sangat efektif untuk menurunkan kadar kalori yang bisa diserap oleh tubuh. Dan ternyata, memanaskan kembali nasi tersebut sebelum dimakan tak akan memengaruhi kandungan resistant starch(RS). Resistant starch merupakan jenis pati yang sukar dicerna enzim manusia.

Dengan adanya teknik ini, diharapakan mampu mengurangi obesitas. "Ini tidak hanya tentang beras, mungkin kita bisa melakukan hal yang sama untuk mengurangi kalori pada roti," terangnya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)