Bunga Snapdragon, Hambat Pertumbuhan Sel Kanker

17 Desember 2009 Artikel Kesehatan


Sekalipun Snapdragon tak berbeda dengan mawar, chrysant, atau anggrek yang menjadi primadona bunga hias potong, tanaman bernama latin Antirrhinum Majus ini mengandung zat anthocyanin yang berperan penting menghambat tumor dan kanker. Sayangnya, keberadaan zat ini belumlah digarap secara maksimal.

Penelitian terakhir yang dilakukan John Innes Centre, Norwich, Inggris, memasukan DNA snapdragon dan memadukannya dari Tomat. Zat antioksidan yang tergandung dalam Snapdragon diyakini para peneliti menghambat pertumbuhan sel kanker. Zat macam ini juga banyak ditemukan pada tanaman berdaun gelap seperti Blackberry, Cranberry dan chokeberry.

Tanaman ini juga kaya akan flavonoid, dan senyawa fenol, sehingga memiliki kemampuan menyerap radikal oksigen (ORAC) melawan radikal perosokil, superoksida, hidrogen peroksida, radikal hidroksil, dan singlet oksigen.

Tumbuhan asli daerah Mediterania ini memiliki lebar antara 30cm-45cm dengan terbagi menjadi tiga jenis. Ketiganya dibedakan berdasar ukuran tinggi tanaman. Jenis paling tinggi, bisa mencapai 75cm. Jenis medium, mencapai 45cm, dan terakhir, jenis pendek, tinggi maksimalnya 25cm.

Menanam Snapdragon terbilang mudah. Tumbuhan berbunga ini cocok dengan lingkungan tropis yang kaya sinar matahari. Tapi jangan diletakan saat sinar matahari terlalu terik, tempatkan snapdragon di tempat yang lebih teduh. Berikan sinar matahari 6 jam sehari agar daun dan bunga Snapdragon tidak hangus.

Untuk medium tanam tak berbeda dengan tanaman pada umumnya. Snapdragon membutuhkan tanah dengan PH tanah yang netral, Kelembaban cukup , dan memiliki pengairan yang baik. Lakukan penyiraman sesuai kebutuhan dengan memperhatikan suhu udara. Jika terlalu panas, artinya Snapdragon membutuhkan lebih banyak air. Sebaliknya, jika udara dingin, apalagi musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman. berbagaisumber/cr2/rin

Sumber: Republika Online (republika.co.id)