Brokoli Bantu Atasi Radang Sendi

21 September 2010 Artikel Kesehatan


Sebuah uji coba terbaru tengah digelar para ilmuan dalam rangka meneliti khasiat tanaman brokoli dalam melawan serangan radang sendi atau (osteoarthritis).

Brokoli (Brassica oleracea) adalah sayuran yang termasuk suku kubis-kubisan dan berasal dari daerah Laut Tengah dan telah dibudidayakan sejak masa Yunani Kuno. Sayuran ini mulai dikenal di Tanah Air pada 1970-an dan kini cukup populer sebagai salah satu bahan pangan.

Sebagai makanan, brokoli biasanya disajikan dengan direbus atau dikukus, bisa juga dimakan mentah. Namun, cara terbaik mengolah brokoli adalah dengan dikukus agar semua vitamin dan nutrisi penting di dalamnya tidak hilang selama proses pemasakan. Adapun merebus brokoli akan menghilangkan sekitar 50 persen asam folat yang terkandung di dalamnya. Karena itu, jika ingin mengolah brokoli dengan cara direbus, sebaiknya brokoli tidak direbus terlalu lama, kira-kira jangan lebih dari 5 menit.

Brokoli mengandung vitamin C dan serat dalam jumlah banyak. Selain itu, brokoli mengandung senyawa glukorafanin yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforaphane. Dalam penelitian sebelumnya, brokoli juga ditengarai mampu mengurangi risiko terkena kanker. Namun, ini adalah pertama kalinya brokoli diketahui memiliki efek terhadap radang sendi.

Berdasarkan penelitian laboratorium yang dilakukan para ilmuwan di Universitas East Anglia (UEA), terbukti bahwa sulforaphane mampu menghalau enzim penyebab rusaknya otot yang menyebabkan osteoarthritis, yakni penyakit radang sendi paling umum.

Uji coba ini nantinya akan mempelajari bagaimana sulforaphane dapat memperlambat atau mencegah perkembangan osteoarthritis. Tim ilmuwan yang tengah mempersiapkan para sukarelawan berharap dapat menemukan cara baru pencegahan dan penyembuhan nyeri akibat radang sendi.

Osteoartritis, dikenal juga sebagai artritis degeneratif atau penyakit degeneratif sendi, adalah kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi. Sementara itu, sulforaphane adalah zat bioaktif yang dikandung beberapa sayuran, terutama brokoli.

Memakan brokoli dapat meningkatkan jumlah sulforaphane dalam darah. Tetapi, para ilmuwan belum dapat memastikan kadar sulforaphane yang cukup untuk dimasukkan ke sendi. Hal itulah yang kini tengah diteliti oleh para ilmuwan UEA. (Pri/OL-06)

Sumber: mediaindonesia.com